Bab 13. Integrasi Paket, Gelar Karya, dan Refleksi
Faisal R. Dongoran
Faisal R. Dongoran
Mengapa bab ini penting
Empat produk baru menjadi paket ketika saling merujuk dan dapat dipakai guru lain tanpa penjelasan pembuatnya. Portofolio integritas menunjukkan bahwa paket itu dibuat secara jujur dan dapat dipertanggungjawabkan.
Selama enam pekan, tim membuat empat produk secara berurutan, yaitu bahan ajar cetak dan e-modul, infografik, video, dan spreadsheet interaktif. Setiap produk sudah ditelaah sendiri-sendiri. Bab ini memeriksa hal yang belum terlihat ketika produk dinilai satu per satu: apakah keempatnya bekerja sebagai satu paket.
Empat hal yang diperiksa
Keterpaduan diperiksa pada empat hal. Daftar ini adalah ketentuan mata kuliah.
Topik: keempat produk membahas topik yang sama.
Tujuan pembelajaran: keempatnya melayani tujuan pada design brief.
Istilah akun: nama akun sama persis di semua produk.
Identitas visual: warna, huruf, dan gaya ikon konsisten.
Cara memeriksa
Cara berikut adalah elaborasi penyusun.
Topik dan tujuan. Tulis tujuan pembelajaran dari design brief di bagian atas lembar periksa. Untuk setiap produk, tulis satu kalimat tentang cara produk itu melayani tujuan tersebut. Bila ada produk yang sulit ditulis kalimatnya, produk itu kemungkinan bergeser dari tujuan.
Istilah akun. Buka keempat produk, lalu cari setiap nama akun pada glosarium tim. Pada e-modul dan spreadsheet, gunakan fitur cari. Pada video, periksa teks layar dan takarir.
Identitas visual. Letakkan tangkapan layar keempat produk berdampingan. Perbedaan warna atau huruf lebih mudah terlihat ketika produk dilihat bersamaan.
Produk yang saling merujuk
Produk juga saling merujuk. E-modul menautkan video dan spreadsheet, dan video mengajak siswa berlatih pada spreadsheet.
Rujukan itu perlu diuji. Setiap tautan pada e-modul diklik satu per satu, dan setiap ajakan pada video diperiksa apakah menyebut nama produk yang benar. Tautan yang rusak membuat paket terpecah kembali menjadi empat produk yang terpisah.
Peran e-modul sebagai pusat
Dalam paket mata kuliah ini, e-modul berperan sebagai pusat. Siswa membuka e-modul lebih dahulu, lalu diarahkan ke infografik, video, dan spreadsheet pada saat yang tepat. Susunan ini adalah rancangan penyusun dan sejalan dengan e-modul sebagai bahan ajar yang menghimpun semuanya dengan tujuan, urutan, dan latihan, seperti pada contoh berjalan Bab 1.
GAMBAR 13.1 Paket empat produk yang saling merujuk
Diagram e-modul di tengah yang terhubung ke infografik, video, dan spreadsheet. Uraian lengkap ada di bawah gambar.
E-modul berada di tengah dan terhubung dengan panah dua arah ke infografik, video, dan spreadsheet. Ada juga panah dari video ke spreadsheet berlabel ajakan berlatih. Keempat produk memakai warna dan gaya ikon yang sama.
Paket yang baik dapat dipakai guru lain tanpa harus bertanya kepada pembuatnya. Panduan penggunaan adalah jembatan antara paket dan guru yang akan memakainya.
Isi panduan
Paket dilengkapi panduan satu halaman untuk guru. Isinya:
tujuan pembelajaran;
urutan pemakaian produk dan perkiraan waktunya;
perangkat yang dibutuhkan;
catatan aksesibilitas;
lisensi paket.
Panduan ini menjadi syarat kelengkapan paket final pada UAS.
Panduan untuk guru, petunjuk untuk siswa
Panduan penggunaan berbeda dari petunjuk spreadsheet pada Bab 11. Petunjuk spreadsheet ditujukan kepada siswa dan menjelaskan cara mengisi. Panduan penggunaan ditujukan kepada guru dan menjelaskan cara memakai paket dalam pembelajaran. Karena itu bahasanya pun berbeda: petunjuk siswa memakai kalimat perintah pendek, sedangkan panduan guru memakai bahasa profesional yang ringkas.
Kaidah menulis panduan
Kaidah berikut adalah elaborasi penyusun.
Satu halaman benar-benar satu halaman. Bila tidak muat, pangkas penjelasan, bukan perkecil huruf.
Perkiraan waktu dijumlahkan. Guru perlu tahu apakah paket muat dalam satu pertemuan.
Sebut pilihan pemakaian. Misalnya, video dan e-modul dapat dipakai di rumah, sedangkan spreadsheet dikerjakan di kelas.
Catatan aksesibilitas menyebut apa yang sudah tersedia, misalnya takarir dan deskripsi panjang, sehingga guru tahu cara melayani siswa dengan kebutuhan berbeda.
Lisensi paket ditulis jelas, misalnya CC BY-SA 4.0, dengan mempertimbangkan lisensi aset pihak lain yang dipakai di dalam paket, sesuai Bab 6.
Contoh berjalan: panduan paket Laundry Bersih
Angka berikut rekaan untuk ilustrasi.
Isi panduan penggunaan paket "Jurnal Penyesuaian Laundry Bersih":
urutan pakai: infografik 5 menit, video 6 menit, e-modul 30 menit, dan spreadsheet 30 menit, sehingga seluruhnya 71 menit;
perangkat: ponsel atau laptop dan aplikasi pengolah angka;
catatan aksesibilitas: video bertakarir, dan infografik memiliki deskripsi panjang.
Butir berikut adalah tambahan contoh dari penyusun untuk melengkapi lima isi panduan.
Tujuan pembelajaran: menyusun jurnal penyesuaian untuk sewa dibayar di muka dan perlengkapan.
Pilihan pemakaian: infografik dan video dapat ditonton di rumah sebelum pertemuan. E-modul dan spreadsheet dikerjakan di kelas, sehingga waktu tatap muka yang dibutuhkan 60 menit.
Lisensi: [lisensi paket yang dipilih tim], dengan daftar atribusi aset pada portofolio integritas.
Waktu tatap muka 60 menit adalah jumlah e-modul 30 menit dan spreadsheet 30 menit. Infografik 5 menit dan video 6 menit dipindahkan ke luar kelas.
GAMBAR 13.2 Panduan penggunaan satu halaman
Tata letak panduan penggunaan satu halaman dengan garis waktu pemakaian empat produk. Uraian lengkap ada di bawah gambar.
Halaman memuat lima bagian, yaitu tujuan, urutan pakai, perangkat, aksesibilitas, dan lisensi. Bagian urutan pakai berupa garis waktu: infografik 5 menit, video 6 menit, e-modul 30 menit, dan spreadsheet 30 menit, dengan jumlah 71 menit.
Paket yang baik belum cukup. Paket itu juga harus dibuat secara jujur: aset orang lain diakui, bantuan AI dinyatakan, dan kontribusi setiap anggota dapat dilacak. Portofolio integritas adalah bukti tertulisnya.
Nilai dasar integritas akademik
International Center for Academic Integrity (2021) mendefinisikan integritas akademik sebagai komitmen pada enam nilai, yaitu kejujuran, kepercayaan, keadilan, rasa hormat, tanggung jawab, dan keberanian. Portofolio integritas adalah bukti tertulis dari komitmen itu.
Empat dokumen
Portofolio memuat empat dokumen (INS-08):
pernyataan orisinalitas;
daftar atribusi dan lisensi seluruh aset, sesuai Bab 6;
deklarasi penggunaan AI, sesuai Bab 6;
log kontribusi per minggu.
Dokumen diperiksa secara acak terhadap isi produk. Artinya, satu aset pada produk dapat dipilih, lalu dicari atribusinya pada daftar. Satu bagian produk dapat dipilih, lalu dicocokkan dengan deklarasi AI dan log kontribusi.
Menyusun daftar atribusi dan deklarasi AI
Saran berikut adalah elaborasi penyusun.
Catat atribusi dan deklarasi sejak minggu pertama pembuatan produk, bukan pada minggu terakhir. Catatan yang disusun belakangan cenderung tidak lengkap.
Kelompokkan daftar atribusi per produk, sehingga pemeriksa mudah mencocokkannya.
Gunakan empat unsur atribusi dari Bab 6, yaitu judul, pembuat, sumber, dan lisensi.
Pada deklarasi AI, sebut alat, bagian yang dibantu, dan bentuk bantuannya untuk setiap produk.
Log kontribusi
Log kontribusi yang baik memiliki empat ciri: dicatat setiap minggu, menyebut pekerjaan nyata tiap anggota, merujuk berkas sebagai bukti, dan disahkan seluruh anggota.
Perbandingan berikut adalah contoh penyusun.
Lemah: "Minggu 11: semua anggota mengerjakan video."
Kuat: "Minggu 11: [Anggota A] merekam segmen 1 dan 2 (berkas S1_v2 dan S2_v3). [Anggota B] menyunting takarir dan memperbaiki nama akun (berkas takarir_v2). [Anggota C] menjalankan uji tonton dengan daftar periksa (catatan uji tonton). Disahkan seluruh anggota."
Contoh pernyataan orisinalitas
Contoh berikut adalah rancangan penyusun. Bila fakultas atau program studi memiliki format baku, format itu yang dipakai.
"Kami, anggota tim [nama tim], menyatakan bahwa paket [judul paket] adalah karya kami sendiri. Setiap aset pihak lain telah kami cantumkan atribusi dan lisensinya. Setiap bantuan AI generatif telah kami nyatakan pada deklarasi penggunaan AI, dan isinya telah kami periksa. Kontribusi setiap anggota tercatat pada log kontribusi."
[Nama dan tanda tangan seluruh anggota], [KOTA], [tanggal]
GAMBAR 13.3 Empat dokumen portofolio integritas
Empat dokumen portofolio integritas dalam satu map. Uraian lengkap ada di bawah gambar.
Satu map terbuka berisi empat lembar dokumen bertumpuk sebagian, yaitu pernyataan orisinalitas, daftar atribusi dan lisensi, deklarasi penggunaan AI, dan log kontribusi. Di samping map ada kaca pembesar yang menunjukkan pemeriksaan acak terhadap produk.
Gelar karya adalah kesempatan pertama paket dipakai oleh orang di luar tim. Bagi pengunjung, gelar karya adalah kesempatan belajar dari keputusan desain tim lain.
Pengaturan dua peran
Pada gelar karya, separuh anggota menjaga stan dan separuh lainnya berkunjung, lalu bertukar peran. Pengunjung mencoba produk dan menulis dua hal pada lembar umpan balik, yaitu satu hal yang berhasil dan satu saran.
Durasi tiap putaran mengikuti jadwal yang ditetapkan pengampu pada pertemuan Minggu 15.
[Durasi putaran diisi sesuai jadwal pengampu]
Tugas penjaga stan
Tugas berikut adalah elaborasi penyusun.
Siapkan paket dalam keadaan siap dicoba, misalnya e-modul terbuka di halaman pertama dan spreadsheet dalam keadaan kosong.
Jelaskan tujuan pembelajaran dalam satu kalimat, lalu persilakan pengunjung mencoba sendiri.
Jangan menjelaskan sambil pengunjung mencoba. Bila pengunjung bingung, catat bagian yang membingungkan. Bagian itu adalah data, bukan kegagalan.
Setelah pengunjung selesai, tanyakan satu keputusan desain yang ingin diketahui alasannya.
Tugas pengunjung
Coba setidaknya satu produk dari awal sampai akhir, sebaiknya spreadsheet atau video.
Isi lembar umpan balik dengan dua hal: satu hal yang berhasil dan satu saran.
Tulis keduanya dengan rujukan ke bagian produk, sama dengan kaidah rekomendasi pada Bab 3.
Menulis umpan balik yang berguna
Contoh berikut adalah rancangan penyusun.
Lemah: "Berhasil: bagus. Saran: lebih menarik lagi."
Kuat: "Berhasil: pesan pada spreadsheet baris 4 membuat saya sadar nominal kredit harus sama dengan debit. Saran: pada video menit 3, sorotan kolom kredit muncul terlambat dari narasi."
Umpan balik yang kuat menyebut letak dan alasan, sehingga tim dapat menindaklanjutinya. Lembar umpan balik pengunjung dapat menjadi data tambahan pada refleksi di Subbab 13.5.
GAMBAR 13.4 Rotasi peran pada gelar karya
Diagram dua putaran gelar karya, dengan separuh anggota menjaga stan dan separuh berkunjung, lalu bertukar peran. Uraian lengkap ada di bawah gambar.
Pada putaran 1, separuh anggota menjaga stan dan separuh lainnya berkunjung ke stan tim lain. Pada putaran 2, peran ditukar. Pengunjung menulis satu hal yang berhasil dan satu saran pada lembar umpan balik.
Refleksi menutup proyek satu semester. Refleksi yang baik bukan cerita tentang perasaan tim selama mengerjakan proyek, melainkan penjelasan mengapa paket dirancang seperti itu dan bukti apa yang mendukungnya.
Tiga unsur refleksi
Refleksi yang berguna memuat tiga unsur. Pola ini adalah rancangan penyusun.
Keputusan: apa yang tim putuskan.
Prinsip: prinsip mana dari Bab 2, 3, atau 7 yang mendasarinya.
Data: data uji mana dari Bab 11 atau 12 yang mendukungnya.
Refleksi tanpa prinsip hanya menjadi cerita. Refleksi tanpa data hanya menjadi pendapat. Bahan refleksi ini dipakai pada Bagian 2 UAS, yaitu justifikasi desain tertulis.
Sumber prinsip dan sumber data
Daftar berikut membantu tim menemukan rujukan untuk setiap unsur. Daftar ini adalah rancangan penyusun.
Sumber prinsip:
Bab 2: sepuluh prinsip multimedia dan beban kognitif;
Bab 3: tiga prinsip UDL dan lima butir ceklis aksesibilitas;
Bab 7: lima prinsip desain visual.
Sumber data:
Bab 11: catatan sepuluh kasus uji spreadsheet;
Bab 12: persentase per sumber dan per butir, serta saran penelaah dan pengguna;
Bab 13: lembar umpan balik pengunjung gelar karya.
Refleksi atas keputusan yang ditolak
Refleksi juga dapat menjelaskan saran yang tidak diikuti. Keputusan menolak saran dengan alasan prinsip menunjukkan bahwa tim memahami prinsip itu, bukan sekadar mengikuti permintaan.
Contoh berjalan: refleksi tim Laundry Bersih
Angka berikut rekaan untuk ilustrasi.
Butir 1
Keputusan: video dipecah menjadi tiga segmen.
Prinsip: segmentasi.
Data: tiga dari lima pengguna menyatakan versi awal terlalu panjang untuk diikuti.
Butir 2, contoh tambahan dari penyusun
Keputusan: saran menambah musik latar sepanjang video tidak diikuti.
Prinsip: koherensi, yaitu bunyi yang tidak relevan menambah pemrosesan ekstrinsik.
Data: saran ini hanya ditulis satu dari lima pengguna, dan butir "Video mudah diikuti" tetap berada pada kategori sangat layak tanpa musik.
Butir 3, contoh tambahan dari penyusun
Keputusan: judul kolom Debit dan Kredit ditambahkan pada semua tabel jurnal di e-modul.
Prinsip: warna tidak boleh menjadi satu-satunya penanda informasi (WCAG 2.2, kriteria 1.4.1).
Data: penelaah media memberi skor 2 pada butir "Informasi tidak bergantung pada warna saja" dan menulis saran pada kolom saran lembar validasi.
Refleksi yang lemah dan yang kuat
Perbandingan berikut adalah contoh penyusun.
Lemah: "Kami belajar banyak tentang membuat video dan merasa puas dengan hasilnya."
Kuat: "Kami merekam ulang segmen 2 dengan tampilan diperbesar, karena angka harus terbaca pada perangkat siswa sasaran. Keputusan ini didukung skor 65 persen pada butir keterbacaan angka dan saran tiga dari lima pengguna."
Refleksi kedua dapat diperiksa. Pembaca dapat membuka laporan evaluasi dan menemukan angka yang dirujuk.
GAMBAR 13.5 Tiga unsur refleksi
Segitiga dengan tiga unsur refleksi di setiap sudutnya, yaitu keputusan, prinsip, dan data. Uraian lengkap ada di bawah gambar.
Sudut atas segitiga berisi keputusan. Sudut kiri bawah berisi prinsip, dengan keterangan Bab 2, 3, atau 7. Sudut kanan bawah berisi data, dengan keterangan Bab 11 atau 12. Di tengah segitiga tertulis justifikasi desain.
International Center for Academic Integrity. (2021). The fundamental values of academic integrity (3rd ed.). https://academicintegrity.org/aws/ICAI/pt/sp/values
Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 39 Tahun 2021 tentang Integritas Akademik dalam Menghasilkan Karya Ilmiah. (2021). Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 1363.
Schön, D. A. (1983). The reflective practitioner: How professionals think in action. Basic Books.