Bab 11. Interactive Spreadsheet II: Simulasi Siklus Akuntansi
Faisal R. Dongoran
Faisal R. Dongoran
Mengapa bab ini penting
Ketika jurnal, buku besar, dan neraca saldo saling terhubung, siswa dapat melihat sendiri bagaimana satu kesalahan jurnal menjalar. Itulah sifat berjenjang akuntansi yang sulit ditunjukkan di papan tulis.
Pada Bab 10, setiap baris latihan diperiksa sendiri-sendiri. Bab ini menghubungkan baris-baris itu menjadi satu siklus kecil, yaitu dari jurnal ke buku besar lalu ke neraca saldo. Dengan hubungan ini, siswa melihat sendiri bagaimana satu kesalahan jurnal menjalar ke tahap berikutnya.
Jurnal, posting, dan buku besar
Jurnal adalah tempat pertama transaksi dicatat. Posting adalah pemindahan data dari jurnal ke buku besar, dan buku besar memuat catatan setiap akun beserta saldonya (Franklin dkk., 2019, Subbab 3.5).
Di kelas, posting dikerjakan dengan menyalin angka satu per satu. Di lembar kerja, posting dikerjakan rumus, sehingga siswa dapat memusatkan perhatian pada jurnal dan membaca akibatnya.
Tata letak tiga lembar
Tata letak berikut adalah rancangan penyusun.
Lembar "Jurnal": kolom A tanggal, kolom C nama akun, kolom D debit, kolom E kredit.
Lembar "Buku Besar": satu baris untuk satu akun, berisi total debit, total kredit, dan saldo.
Lembar "Neraca Saldo": satu baris untuk satu akun, berisi saldo di kolom debit atau kredit.
Nama akun di ketiga lembar harus sama persis. Validasi data berupa daftar pilihan dari Bab 10 menjaga hal ini.
Fungsi SUMIF
Pada lembar kerja, posting dikerjakan fungsi SUMIF. Fungsi ini memiliki tiga argumen, yaitu rentang yang diperiksa, kriteria, dan rentang yang dijumlahkan (Microsoft, n.d.).
Total debit satu akun, dengan nama akun pada sel A5:
=SUMIF(Jurnal!C:C;A5;Jurnal!D:D)
Total kreditnya memakai kolom kredit:
=SUMIF(Jurnal!C:C;A5;Jurnal!E:E)
Rumus pertama dibaca: "Cari di kolom C lembar Jurnal semua baris yang nama akunnya sama dengan A5, lalu jumlahkan angka debitnya."
Menghitung saldo
Saldo akun bersaldo normal debit adalah total debit dikurangi total kredit. Untuk akun bersaldo normal kredit, urutannya dibalik.
Cara lain yang lebih sederhana untuk lembar kerja adalah menghitung semua saldo dengan rumus yang sama, lalu membaca tandanya. Cara ini adalah rancangan penyusun. Bila total debit ada di B5 dan total kredit di C5:
=B5-C5
Hasil positif berarti saldo di sisi debit. Hasil negatif berarti saldo di sisi kredit. Cara ini menghindari kesalahan memilih rumus untuk tiap akun, dan sisi saldonya ditentukan pada lembar neraca saldo.
GAMBAR 11.1 Alur posting otomatis
Diagram alir tiga lembar kerja yang terhubung, yaitu Jurnal, Buku Besar, dan Neraca Saldo. Uraian lengkap ada di bawah gambar.
Lembar Jurnal terhubung ke lembar Buku Besar melalui panah berlabel SUMIF. Lembar Buku Besar terhubung ke lembar Neraca Saldo melalui panah berlabel saldo. Di bawah Neraca Saldo ada kotak cek keseimbangan.
Neraca saldo adalah titik pemeriksaan pertama dalam siklus akuntansi. Bila jumlah debit dan kredit tidak sama, ada kesalahan yang harus ditelusuri sebelum laporan keuangan disusun.
Memindahkan saldo ke kolom yang tepat
Neraca saldo mengambil saldo tiap akun dari buku besar. Bila saldo dari buku besar ada di kolom B lembar Neraca Saldo, rumus berikut adalah rancangan penyusun.
Kolom debit (C5):
=IF(B5>0;B5;0)
Kolom kredit (D5):
=IF(B5<0;-B5;0)
Saldo positif masuk ke kolom debit. Saldo negatif diubah menjadi positif dan masuk ke kolom kredit.
Cek keseimbangan neraca saldo
Keseimbangannya diperiksa dengan membandingkan jumlah kolom debit dan kredit, misalnya:
=IF(SUM(C5:C12)=SUM(D5:D12);"Seimbang";"Belum seimbang: telusuri jurnal terakhir")
Dengan hubungan ini, perubahan pada jurnal langsung tampak pada buku besar dan neraca saldo.
Cek keseimbangan per transaksi
Neraca saldo memberi tahu bahwa ada kesalahan, tetapi tidak memberi tahu di mana. Untuk menunjuk transaksi yang belum seimbang, tambahkan pengecekan pada lembar Jurnal. Rumus ini adalah rancangan penyusun. Pada kolom F baris 5:
=IF(SUMIF($A$5:$A$8;A5;$D$5:$D$8)=SUMIF($A$5:$A$8;A5;$E$5:$E$8);"Seimbang";"Transaksi tanggal ini belum seimbang")
Rumus ini menjumlahkan debit dan kredit semua baris yang bertanggal sama dengan A5, lalu membandingkannya. Rumus disalin ke baris 6 sampai 8.
Rumus ini mengandaikan satu tanggal untuk satu transaksi. Bila ada dua transaksi pada tanggal yang sama, tambahkan kolom nomor transaksi dan pakai kolom itu sebagai kriteria.
Batas yang perlu disadari
Neraca saldo yang seimbang belum tentu benar. Uraian berikut adalah pengamatan penyusun. Bila siswa mendebit Sewa Dibayar di Muka dan mengkredit Beban Sewa masing-masing Rp3.000.000, debit dan kredit tetap sama, tetapi akunnya terbalik. Karena itu cek keseimbangan selalu dipasangkan dengan pengecekan akun dari Bab 10.
GAMBAR 11.2 Neraca saldo Laundry Bersih yang seimbang
Neraca saldo Laundry Bersih dengan tiga akun dan jumlah debit sama dengan jumlah kredit. Uraian lengkap ada di bawah gambar.
Kas bersaldo kredit Rp12.000.000. Sewa Dibayar di Muka bersaldo debit Rp9.000.000. Beban Sewa bersaldo debit Rp3.000.000. Jumlah debit Rp12.000.000 dan jumlah kredit Rp12.000.000, dengan keterangan seimbang.
Bab 10 menunjukkan bahwa umpan balik yang kaya informasi berpengaruh paling besar. Bab ini menerjemahkan temuan itu menjadi tiga tingkat yang dapat diperiksa pada setiap sel umpan balik.
Tiga tingkat pada Rubrik R-8
Rubrik R-8 membedakan tiga tingkat umpan balik.
Tingkat 1 menyatakan benar atau salah.
Tingkat 2 menunjukkan letak kesalahan, misalnya baris atau sisi debit.
Tingkat 3 menambahkan petunjuk perbaikan tanpa membocorkan jawaban.
Pembagian ini sejalan dengan temuan Wisniewski dkk. (2020) pada Bab 10: makin kaya informasinya, makin besar pengaruh umpan balik.
Satu kesalahan, tiga tingkat pesan
Contoh berikut adalah rancangan penyusun untuk kasus siswa mengisi kredit Sewa Dibayar di Muka pada baris 4 dengan Rp300.000.
Tingkat 1: "Salah."
Tingkat 2: "Baris 4: periksa sisi kredit."
Tingkat 3: "Baris 4: periksa sisi kredit. Nominal kredit sama dengan nominal debit Beban Sewa."
Pesan tingkat 3 tidak menyebut Rp3.000.000. Pesan itu mengarahkan siswa ke hubungan yang perlu ia periksa sendiri.
Rumus umpan balik tingkat 3
Bila kunci disimpan di lembar Kunci, rumus pada baris 4 dapat berbunyi:
=IF(E8="";"";IF(E8=Kunci!$E$8;"Benar";"Baris 4: periksa sisi kredit. Nominal kredit sama dengan nominal debit Beban Sewa."))
Rumus ini memakai pola yang sama dengan IF bertingkat pada Bab 10. Yang berbeda hanya isi pesannya.
Menulis petunjuk dari kesulitan belajar
Petunjuk perbaikan ditulis dari kesulitan belajar pada design brief. Bila siswa sering menjurnal seluruh sewa sebagai beban, petunjuknya mengarahkan siswa menghitung bagian waktu yang telah terpakai.
Tiga kaidah berikut adalah elaborasi penyusun.
Sebut letak lebih dahulu, lalu petunjuk. Siswa perlu tahu di mana harus melihat sebelum tahu apa yang harus dipikirkan.
Arahkan ke konsep, bukan ke angka. "Hitung hanya bulan yang sudah terpakai" lebih berguna daripada "Jawabannya tiga juta."
Pakai istilah yang sama dengan modul dan video. Petunjuk yang memakai istilah baru justru menambah beban.
GAMBAR 11.3 Tiga tingkat umpan balik
Tiga anak tangga yang menunjukkan pesan umpan balik tingkat 1, 2, dan 3 untuk kesalahan yang sama. Uraian lengkap ada di bawah gambar.
Anak tangga terbawah berisi pesan Salah. Anak tangga tengah berisi pesan Baris 4: periksa sisi kredit. Anak tangga teratas berisi pesan yang sama ditambah petunjuk bahwa nominal kredit sama dengan nominal debit Beban Sewa.
Lembar kerja yang tampak bekerja pada satu jawaban benar belum tentu bekerja pada jawaban siswa yang sesungguhnya. Siswa mengosongkan sel, mengetik huruf di sel angka, atau mencoba menghapus rumus. Kasus uji memastikan lembar kerja bertahan menghadapi semua itu.
Kasus uji pada INS-06
Lembar kerja diuji dengan sepuluh kasus pada INS-06. Enam di antaranya:
input benar;
akun salah;
nominal tidak seimbang;
sel kosong;
teks pada sel angka;
upaya menghapus rumus.
Empat kasus lainnya mengikuti INS-06.
[Empat kasus uji lainnya diisi dari INS-06]
Empat unsur catatan setiap kasus
Setiap kasus memiliki perilaku yang diharapkan. Catatan setiap kasus memuat empat unsur:
perilaku yang diharapkan;
hasil uji;
perbaikan;
hasil uji ulang.
Pengujian silang
Pengujian dilakukan silang, yaitu lembar kerja diuji mahasiswa lain. Hasilnya dicatat lolos atau tidak, lalu pembuat memperbaiki dan menguji ulang.
Pengujian silang perlu karena pembuat cenderung hanya mencoba input yang ia perkirakan. Penguji dari tim lain lebih mungkin mengisi seperti siswa yang belum paham.
Kaidah menulis perilaku yang diharapkan
Kaidah berikut adalah elaborasi penyusun.
Tulis apa yang harus tampak di layar, bukan apa yang harus terjadi di dalam rumus.
Lemah: "Rumus menangani sel kosong."
Kuat: "Sel umpan balik tetap kosong, dan neraca saldo tidak menampilkan pesan galat."
Sebut sel atau lembar yang diperiksa.
Satu kasus menguji satu hal.
Contoh berjalan: kasus uji 3 Laundry Bersih
Jurnal memuat dua transaksi.
1 Oktober: Sewa Dibayar di Muka (Debit) Rp12.000.000 dan Kas (Kredit) Rp12.000.000.
31 Desember: Beban Sewa (Debit) Rp3.000.000 dan Sewa Dibayar di Muka (Kredit) Rp3.000.000.
Hasil SUMIF untuk Sewa Dibayar di Muka: total debit Rp12.000.000, total kredit Rp3.000.000, saldo Rp9.000.000. Jumlah debit dan kredit seluruh jurnal sama, yaitu Rp15.000.000.
Kasus uji 3: siswa mengetik kredit Rp300.000.
Perilaku yang diharapkan: lembar kerja menyatakan jurnal belum seimbang dan menunjuk baris kredit.
Yang tampak pada lembar kerja: saldo Sewa Dibayar di Muka menjadi Rp11.700.000, dan jumlah kredit hanya Rp12.300.000.
Hasil uji pertama: tidak lolos, karena hanya menampilkan "Salah".
Perbaikan: rumus pengecekan keseimbangan ditambahkan.
Hasil uji ulang: lolos.
Setelah perbaikan, tiga hal tampak bersamaan:
kolom F lembar Jurnal menampilkan "Transaksi tanggal ini belum seimbang" pada dua baris bertanggal 31 Desember;
neraca saldo menampilkan jumlah debit Rp14.700.000 dan jumlah kredit Rp12.000.000, dengan pesan "Belum seimbang: telusuri jurnal terakhir";
sel umpan balik baris 4 menampilkan pesan tingkat 3 dari Subbab 11.3.
Selisih pada neraca saldo, yaitu Rp2.700.000, sama dengan selisih pada jurnal, yaitu Rp15.000.000 dikurangi Rp12.300.000. Siswa dapat melihat bahwa satu kesalahan di jurnal terbawa utuh ke neraca saldo.
GAMBAR 11.4 Kartu catatan kasus uji
Kartu catatan kasus uji 3 dengan empat unsur dan hasil uji ulang lolos. Uraian lengkap ada di bawah gambar.
Kartu berjudul kasus uji 3, nominal tidak seimbang. Isinya perilaku yang diharapkan, hasil uji pertama tidak lolos, perbaikan berupa rumus cek keseimbangan, dan hasil uji ulang lolos.
Lembar kerja interaktif akan dipakai siswa yang tidak pernah melihat proses pembuatannya. Petunjuk penggunaan menggantikan penjelasan pembuat.
Lima isi petunjuk
Petunjuk ditempatkan pada lembar pertama dan memuat lima hal. Susunan ini adalah ketentuan mata kuliah.
Tujuan latihan.
Sel mana yang diisi dan urutan mengisinya.
Arti tanda, warna, dan ikon.
Cara membaca umpan balik.
Aplikasi yang dibutuhkan.
Kaidah menulis petunjuk
Kaidah berikut adalah elaborasi penyusun.
Tulis langkah bernomor dengan kalimat perintah pendek, misalnya "Pilih akun pada kolom C."
Sebut sel dengan dua cara, yaitu letak dan tampilannya, misalnya "kolom C dan D yang berlatar kuning muda".
Jelaskan arti setiap pesan umpan balik, termasuk pesan "Seimbang" yang belum tentu berarti benar.
Uji petunjuk dengan meminta satu orang dari tim lain memakai lembar kerja hanya dengan membaca petunjuk.
Contoh berjalan: petunjuk lembar kerja Laundry Bersih
Petunjuk berikut adalah contoh penyusun.
Tujuan: berlatih menyusun jurnal penyesuaian sewa dibayar di muka dan membaca akibatnya pada buku besar dan neraca saldo.
Cara mengisi:
buka lembar "Jurnal";
isi baris 31 Desember saja, karena baris 1 Oktober sudah terisi;
pilih nama akun dari daftar pada kolom C;
ketik nominal pada kolom D atau E tanpa titik pemisah.
Arti tanda:
sel berlatar kuning muda adalah sel yang boleh diisi;
✓ berarti benar;
✗ berarti ada yang perlu diperiksa.
Membaca umpan balik:
baca pesan pada kolom F lembar Jurnal lebih dahulu;
lalu buka lembar "Neraca Saldo" untuk melihat akibat jurnalmu;
"Seimbang" berarti debit dan kredit sama, belum tentu akunnya benar.
Aplikasi: Microsoft Excel atau Google Sheets.
GAMBAR 11.5 Lembar petunjuk penggunaan
Tata letak lembar petunjuk dengan lima bagian bernomor. Uraian lengkap ada di bawah gambar.
Lembar petunjuk memuat lima bagian berurutan, yaitu tujuan, cara mengisi, arti tanda, membaca umpan balik, dan aplikasi. Bagian arti tanda menampilkan contoh sel kuning muda, tanda centang, dan tanda silang.
Bertheussen, B. A. (2014). Power to business professors: Automatic grading of problem-solving tasks in a spreadsheet. Journal of Accounting Education, 32(1), 76–87. https://doi.org/10.1016/j.jaccedu.2014.01.002
Franklin, M., Graybeal, P., & Cooper, D. (2019). Principles of accounting, volume 1: Financial accounting. OpenStax. https://openstax.org/books/principles-financial-accounting/pages/1-why-it-matters
Johnson, B. G., Phillips, F., & Chase, L. G. (2009). An intelligent tutoring system for the accounting cycle: Enhancing textbook homework with artificial intelligence. Journal of Accounting Education, 27(1), 30–39. https://doi.org/10.1016/j.jaccedu.2009.05.001
Microsoft. (n.d.). SUMIF function. Microsoft Support. https://support.microsoft.com/en-us/excel/functions/sumif-function
Wisniewski, B., Zierer, K., & Hattie, J. (2020). The power of feedback revisited: A meta-analysis of educational feedback research. Frontiers in Psychology, 10, Article 3087. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2019.03087