Bab 10. Interactive Spreadsheet I: Validasi Data dan Umpan Balik Otomatis
Faisal R. Dongoran
Faisal R. Dongoran
Mengapa bab ini penting
Keterampilan akuntansi tumbuh dari latihan berulang yang segera dikoreksi. Lembar kerja interaktif memberi koreksi itu tanpa menunggu guru, asalkan aturan pengecekannya dirancang dengan cermat.
Keterampilan menjurnal tidak tumbuh dari membaca contoh saja. Siswa perlu mengerjakan sendiri, dan setiap kali keliru ia perlu segera tahu letak kesalahannya. Di kelas, guru tidak mungkin memeriksa jawaban tiga puluh siswa satu per satu pada saat yang sama. Lembar kerja interaktif mengambil sebagian peran itu.
Isi umpan balik menentukan pengaruhnya
Meta-analisis Wisniewski dkk. (2020) atas 435 studi menemukan pengaruh umpan balik yang sedang terhadap hasil belajar (d = 0,48). Besarnya bergantung pada isi umpan balik:
penguatan atau hukuman saja: d = 0,24;
umpan balik korektif: d = 0,46;
umpan balik yang kaya informasi: d = 0,99.
Angka d adalah ukuran besar pengaruh. Yang perlu diperhatikan perancang bukan angkanya satu per satu, melainkan polanya. Makin banyak informasi yang dibawa umpan balik, makin besar pengaruhnya.
Implikasi bagi perancang lembar kerja
Implikasinya, pesan "Salah" saja tidak cukup. Pesan perlu menunjukkan letak kesalahan dan arah perbaikannya. Perbandingan berikut adalah contoh penyusun untuk kasus siswa yang mendebit Sewa Dibayar di Muka.
Hanya penilaian: "Salah."
Korektif: "Akun yang didebit salah."
Kaya informasi: "Periksa akun yang didebit: bagian yang sudah terpakai menjadi beban."
Pesan ketiga tidak memberikan jawaban, tetapi mengarahkan siswa ke konsep yang perlu ia gunakan.
Bukti dari pendidikan akuntansi
Dalam pendidikan akuntansi, Blayney dan Freeman (2004) melaporkan penggunaan tugas spreadsheet yang memberi umpan balik formatif secara otomatis pada mata kuliah akuntansi keuangan dan manajemen. Laporan ini menunjukkan bahwa gagasan Produk 4 sudah dipraktikkan pada pembelajaran akuntansi, walaupun konteksnya pendidikan tinggi.
GAMBAR 10.1 Isi umpan balik dan besar pengaruhnya
Diagram batang besar pengaruh tiga jenis umpan balik. Uraian lengkap ada di bawah gambar.
Penguatan atau hukuman saja memiliki d sebesar 0,24. Umpan balik korektif memiliki d sebesar 0,46. Umpan balik yang kaya informasi memiliki d sebesar 0,99. Sumber: Wisniewski dkk. (2020).
Lembar kerja interaktif yang baik dapat dipakai siswa tanpa bertanya kepada guru. Hal itu hanya mungkin bila setiap bagian lembar kerja memiliki fungsi yang jelas dan letak yang mudah dikenali.
Empat bagian Produk 4
Susunan berikut adalah ketentuan mata kuliah untuk Produk 4.
Petunjuk menjelaskan tujuan, cara mengisi, dan arti tanda.
Input adalah tempat siswa bekerja.
Pengolahan memuat kunci dan rumus pengecekan.
Umpan balik menampilkan hasil pengecekan dan petunjuk perbaikan.
Letak setiap bagian
Pengaturan letak berikut adalah rancangan penyusun.
Petunjuk berada pada lembar tersendiri yang terbuka pertama kali, atau pada baris teratas lembar latihan.
Input dan umpan balik berada pada baris yang sama. Siswa mengisi akun dan nominal di kolom C dan D, lalu langsung membaca hasilnya di kolom F pada baris itu. Penataan ini menerapkan prinsip kedekatan ruang dari Bab 2.
Pengolahan berada pada lembar terpisah bernama "Kunci". Lembar ini tidak perlu dibuka siswa, sehingga tampilan lembar latihan tetap bersih.
Penanda sel input
Sel input diberi penanda yang konsisten, misalnya latar terang dengan garis tepi. Penanda yang sama dipakai di semua lembar, sesuai prinsip konsistensi pada Bab 7. Petunjuk menjelaskan arti penanda itu, misalnya "Isi hanya sel berlatar kuning muda."
Satu tujuan untuk satu lembar kerja
Seperti video, satu lembar kerja melayani tujuan pembelajaran pada design brief. Bila latihan memuat sewa dan perlengkapan, keduanya ditempatkan pada baris yang berbeda dengan pola yang sama, bukan dicampur dalam satu baris.
GAMBAR 10.2 Empat bagian lembar kerja interaktif
Tata letak lembar kerja interaktif dengan empat bagian berlabel. Uraian lengkap ada di bawah gambar.
Bagian petunjuk berada di atas. Di bawahnya ada baris latihan dengan sel input akun dan nominal berlatar terang, diikuti sel umpan balik pada baris yang sama. Bagian pengolahan digambarkan sebagai tab lembar terpisah bernama Kunci di bagian bawah.
Rumus pengecekan hanya bekerja bila isian siswa berbentuk yang diharapkan. Validasi data dan proteksi sel menjaga dua hal: isian siswa terbaca oleh rumus, dan rumus tidak terhapus oleh siswa.
Validasi data
Validasi data membatasi isi sel. Pada Excel, fitur ini ada pada tab Data, perintah Data Validation. Pilihan pada kotak Allow antara lain List, Whole Number, dan Decimal. Tab Input Message menampilkan petunjuk saat sel dipilih, dan tab Error Alert menampilkan pesan saat isian tidak sah (Microsoft, n.d.-a).
Dua penerapan pada lembar kerja akuntansi:
nama akun dipilih dari daftar, sehingga salah ketik tidak dihitung sebagai salah akuntansi;
nominal hanya menerima angka positif.
Penerapan pertama penting secara pedagogis. Bila siswa mengetik "Beban sewa" dengan huruf kecil atau "Beban Sewa " dengan spasi di akhir, rumus akan menganggapnya salah walaupun pemahaman akuntansinya benar. Daftar pilihan menghapus kemungkinan itu.
Menyusun daftar akun
Saran berikut adalah elaborasi penyusun.
Isi daftar dengan nama akun yang sama persis dengan glosarium tim.
Sertakan akun pengecoh yang masuk akal, misalnya Kas dan Sewa Dibayar di Muka, agar siswa benar-benar memilih, bukan menebak dari satu-satunya pilihan.
Tulis pesan pada Input Message, misalnya "Pilih akun yang didebit." Tulis pesan pada Error Alert, misalnya "Isi nominal dengan angka positif tanpa titik pemisah."
Proteksi sel
Proteksi sel dikerjakan dalam dua langkah. Pertama, buka kunci sel yang boleh diisi. Kedua, proteksi lembar melalui tab Review, perintah Protect Sheet (Microsoft, n.d.-c).
Urutan ini perlu diingat. Bila lembar diproteksi sebelum sel input dibuka kuncinya, siswa tidak dapat mengisi apa pun.
Proteksi bukan keamanan
Microsoft menegaskan bahwa proteksi lembar bukan fitur keamanan. Proteksi hanya mencegah perubahan pada sel yang dikunci. Artinya, kunci jawaban tetap dapat dilihat siswa yang berusaha mencarinya, sehingga lembar kerja ini cocok untuk latihan, bukan untuk ujian.
Fitur yang setara tersedia pada Google Sheets (Google, n.d.-a, n.d.-b).
GAMBAR 10.3 Daftar pilihan akun pada sel input
Sel input akun dengan daftar pilihan yang terbuka. Uraian lengkap ada di bawah gambar.
Sel input akun menampilkan daftar pilihan berisi empat akun, yaitu Beban Sewa, Sewa Dibayar di Muka, Kas, dan Beban Perlengkapan. Di atas sel muncul pesan petunjuk: Pilih akun yang didebit.
Format bersyarat mengubah tampilan sel sesuai hasil pengecekan, misalnya sel umpan balik berubah hijau bila jawaban benar. Tampilan yang berubah membantu siswa melihat hasil dengan cepat, terutama bila latihan berisi banyak baris.
Warna tidak boleh berdiri sendiri
Perubahan warna selalu disertai teks atau ikon, karena warna tidak boleh menjadi satu-satunya penanda informasi (WCAG 2.2, kriteria 1.4.1). Siswa dengan buta warna merah-hijau tidak dapat membedakan sel yang benar dari yang salah bila hanya warnanya yang berubah. Hal yang sama terjadi bila lembar kerja dicetak hitam putih.
Tiga cara memenuhi ketentuan
Cara berikut adalah rancangan penyusun.
Teks pada sel umpan balik. Rumus IF pada Subbab 10.5 sudah menghasilkan teks "Benar" atau "Periksa nominal". Format bersyarat hanya menambah warna di atas teks itu.
Simbol di awal teks. Tambahkan tanda ✓ atau ✗ di depan pesan, sehingga hasilnya dapat dikenali sekilas tanpa membaca warna.
Warna dengan kontras cukup. Teks pada sel berwarna tetap memenuhi kontras minimal, sama dengan ketentuan pada Bab 3 dan Bab 7.
Rumus penambah simbol
Cara kedua dapat dikerjakan dengan satu kolom tambahan. Bila pesan umpan balik ada di F5, rumus pada G5:
=IF(F5="Benar";"✓ Benar";IF(F5="";"";"✗ "&F5))
Rumus ini menampilkan "✓ Benar" bila jawaban benar, tidak menampilkan apa pun bila siswa belum mengisi, dan menambahkan tanda ✗ di depan pesan lainnya. Tanda & menyambung dua teks.
Aturan format bersyarat
Aturan dapat dibuat berdasarkan isi sel umpan balik, misalnya "bila sel berisi teks Benar, beri latar hijau muda". Nama menu fitur format bersyarat pada Excel dan Google Sheets belum saya periksa untuk bab ini, sehingga tidak saya tuliskan.
GAMBAR 10.4 Umpan balik dengan warna saja dan dengan teks
Perbandingan sel umpan balik yang hanya berwarna dengan sel umpan balik yang berwarna dan bertulisan. Uraian lengkap ada di bawah gambar.
Kolom kiri berlabel warna saja berisi tiga sel tanpa teks, berwarna hijau, merah, dan hijau. Kolom kanan berlabel warna dan teks berisi tiga sel yang sama dengan tulisan ✓ Benar, ✗ Periksa nominal, dan ✓ Benar.
Rumus pengecekan adalah inti lembar kerja interaktif. Tiga fungsi sudah cukup untuk pengecekan dasar jurnal, yaitu IF, AND, dan SUM.
Fungsi IF
Fungsi IF memiliki tiga argumen, yaitu syarat yang diuji, hasil bila benar, dan hasil bila salah (Microsoft, n.d.-b).
Empat bentuk rumus, dari sederhana sampai bertingkat
Pengecekan satu syarat:
=IF(D5=3000000;"Benar";"Periksa nominal")
Pengecekan dua syarat dengan AND:
=IF(AND(C5="Beban Sewa";D5=3000000);"Benar";"Periksa akun atau nominal")
Pengecekan keseimbangan jurnal dengan SUM:
=IF(SUM(D5:D6)=SUM(E5:E6);"Seimbang";"Debit dan kredit belum sama")
Pesan yang menunjukkan letak kesalahan memakai IF bertingkat:
=IF(C5="";"";IF(C5<>"Beban Sewa";"Periksa akun yang didebit";IF(D5<>3000000;"Periksa nominal";"Benar")))
Rumus terakhir tidak menampilkan apa pun sebelum siswa mengisi. Setelah itu, rumus membedakan salah akun dari salah nominal.
Membaca rumus bertingkat
Rumus bertingkat dibaca dari luar ke dalam, seperti serangkaian pertanyaan.
Apakah C5 kosong? Bila ya, tampilkan kosong.
Bila tidak, apakah akunnya bukan Beban Sewa? Bila ya, tampilkan "Periksa akun yang didebit".
Bila akunnya benar, apakah nominalnya bukan 3.000.000? Bila ya, tampilkan "Periksa nominal".
Bila semua lolos, tampilkan "Benar".
Urutan pertanyaan ini disengaja. Akun diperiksa lebih dahulu karena kesalahan akun biasanya menandakan kesalahan konsep, sedangkan kesalahan nominal biasanya menandakan kesalahan hitung.
Menyimpan kunci di lembar Kunci
Angka kunci yang ditulis langsung di dalam rumus menyulitkan bila soal diubah. Kunci dapat dipindahkan ke lembar "Kunci", lalu dirujuk dari rumus. Bentuk rumus bertingkat menjadi:
=IF(C5="";"";IF(C5<>Kunci!$C$5;"Periksa akun yang didebit";IF(D5<>Kunci!$D$5;"Periksa nominal";"Benar")))
Tanda $ mengunci rujukan sel, sehingga rumus tetap merujuk sel kunci yang sama ketika disalin. Bila angka soal diubah, cukup sel di lembar Kunci yang diganti.
Menerapkan pola yang sama pada kasus lain
Untuk penyesuaian perlengkapan Laundry Bersih, kuncinya Beban Perlengkapan Rp1.600.000:
=IF(C6="";"";IF(C6<>"Beban Perlengkapan";"Periksa akun yang didebit";IF(D6<>1600000;"Periksa nominal";"Benar")))
Pemisah argumen
Tanda pemisah argumen dapat berupa titik koma atau koma, bergantung pada pengaturan wilayah aplikasi.
Contoh berjalan: lembar kerja penyesuaian sewa Laundry Bersih
Lembar kerja penyesuaian sewa Laundry Bersih dirancang sebagai berikut.
Sel C5 berisi daftar pilihan akun. Sel D5 hanya menerima angka positif.
Rumus pada F5 membandingkan C5 dan D5 dengan kunci.
Bila siswa memilih "Sewa Dibayar di Muka" pada sisi debit, F5 menampilkan: "Periksa akun yang didebit: bagian yang sudah terpakai menjadi beban."
Bila akun benar tetapi nominal Rp12.000.000, F5 menampilkan: "Periksa nominal: hitung hanya bulan yang sudah terpakai."
Pesan pada dua butir terakhir lebih panjang dari pesan pada rumus contoh di atas. Penambahan petunjuk setelah tanda titik dua itulah yang mengubah umpan balik korektif menjadi umpan balik yang kaya informasi, seperti pada Subbab 10.1. Petunjuk itu ditulis dari kesulitan belajar pada design brief.
GAMBAR 10.5 Alur pertanyaan pada rumus IF bertingkat
Diagram alir empat pertanyaan pada rumus IF bertingkat. Uraian lengkap ada di bawah gambar.
Pertanyaan pertama: apakah C5 kosong; bila ya, tampilkan kosong. Pertanyaan kedua: apakah akun bukan Beban Sewa; bila ya, periksa akun yang didebit. Pertanyaan ketiga: apakah nominal bukan 3.000.000; bila ya, periksa nominal. Bila semua tidak, tampilkan Benar.
Blayney, P., & Freeman, M. (2004). Automated formative feedback and summative assessment using individualised spreadsheet assignments. Australasian Journal of Educational Technology, 20(2), 209–231. https://doi.org/10.14742/ajet.1360
Google. (n.d.-a). Create an in-cell dropdown list. Google Docs Editors Help. https://support.google.com/docs/answer/186103?hl=en
Google. (n.d.-b). Protect, hide & edit sheets. Google Docs Editors Help. https://support.google.com/docs/answer/144687?hl=en
Hattie, J., & Timperley, H. (2007). The power of feedback. Review of Educational Research, 77(1), 81–112. https://doi.org/10.3102/003465430298487
Microsoft. (n.d.-a). Apply data validation to cells. Microsoft Support. https://support.microsoft.com/en-us/excel/get-started/apply-data-validation-to-cells
Microsoft. (n.d.-b). IF function. Microsoft Support. https://support.microsoft.com/en-us/excel/functions/if-function
Microsoft. (n.d.-c). Protect a worksheet. Microsoft Support. https://support.microsoft.com/en-us/excel/protect-a-worksheet
Shute, V. J. (2008). Focus on formative feedback. Review of Educational Research, 78(1), 153–189. https://doi.org/10.3102/0034654307313795
Wisniewski, B., Zierer, K., & Hattie, J. (2020). The power of feedback revisited: A meta-analysis of educational feedback research. Frontiers in Psychology, 10, Article 3087. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2019.03087