Bab 8. Video Pembelajaran I: Naskah dan Storybord
Faisal R. Dongoran
Faisal R. Dongoran
Mengapa bab ini penting
Sebagian besar mutu video ditentukan sebelum tombol rekam ditekan. Naskah dan storyboard memaksa tim memutuskan apa yang dilihat dan didengar siswa pada setiap detik.
Sebelum menulis naskah, tim perlu memutuskan jenis video yang akan dibuat. Jenis video menentukan apa yang tampak di layar, alat yang dipakai, dan cara naskah ditulis.
Tiga jenis yang sesuai untuk materi akuntansi
Pengelompokan dan uraian di bawah adalah rancangan penyusun.
1. Rekaman layar contoh kerja
Isi: peragaan langkah menghitung dan menjurnal pada spreadsheet atau format jurnal.
Cocok untuk: kesulitan pada urutan langkah, misalnya siswa tidak tahu harus menghitung bagian terpakai lebih dahulu.
Yang tampak: lembar kerja yang diisi sel demi sel, dengan kursor sebagai penunjuk.
2. Penjelasan konsep dengan visual
Isi: penjelasan alasan di balik prosedur, misalnya kedudukan penyesuaian dalam siklus akuntansi.
Cocok untuk: kesulitan memahami mengapa suatu langkah dikerjakan.
Yang tampak: diagram atau infografik yang dibangun bertahap, misalnya infografik dari Produk 2.
3. Peragaan dokumen transaksi
Isi: cara membaca bukti transaksi, misalnya kuitansi dan faktur.
Cocok untuk: kesulitan menemukan data yang diperlukan dari dokumen.
Yang tampak: dokumen yang diperbesar, dengan bagian penting seperti tanggal dan jumlah disorot.
Memilih jenis dari kesulitan belajar
Jenis video dipilih dari kesulitan belajar pada design brief, bukan dari alat yang paling mudah dipakai. Logikanya sama dengan langkah ketiga ASSURE pada Bab 4: media dipilih karena menjawab kesulitan tertentu.
Satu video boleh menggabungkan dua jenis. Misalnya, video dibuka dengan kuitansi sewa, lalu berlanjut ke rekaman layar penjurnalan. Yang perlu dijaga, setiap segmen tetap memiliki satu fokus.
GAMBAR 8.1 Tiga jenis video pembelajaran akuntansi
Tiga panel berdampingan yang menunjukkan rekaman layar contoh kerja, penjelasan konsep dengan visual, dan peragaan dokumen transaksi.
Panel pertama menampilkan layar laptop berisi format jurnal dengan kursor pada sel nominal. Panel kedua menampilkan diagram alir siklus akuntansi dengan satu kotak penyesuaian disorot. Panel ketiga menampilkan kuitansi sewa yang diperbesar dengan tanggal dan jumlah ditandai.
Produk 3 berdurasi 5 s.d. 8 menit dan melayani satu tujuan pembelajaran. Batas ini bukan soal selera, melainkan soal perhatian dan beban kognitif siswa.
Dasar ketentuan durasi
Ketentuan ini sejalan dengan dua sumber.
Brame (2016) menganjurkan video yang singkat dan dipecah menjadi segmen.
Guo dkk. (2014) menemukan bahwa video pendek jauh lebih menarik perhatian, lalu menganjurkan segmen yang lebih pendek dari 6 menit.
Kaitannya dengan Bab 2 jelas. Video panjang tanpa jeda menuntut siswa menahan banyak unsur sekaligus di memori kerja. Prinsip segmentasi meringankan beban itu dengan memberi siswa kesempatan mencerna satu bagian sebelum lanjut ke bagian berikutnya.
Durasi dan segmen bukan hal yang sama
Video 5 s.d. 8 menit pada mata kuliah ini tetap dibagi menjadi beberapa segmen pendek. Setiap segmen diberi judul di layar, sehingga siswa tahu di mana ia berada dan dapat kembali ke segmen tertentu.
Bila isi terlalu banyak
Bila isi melebihi 8 menit, materi dibagi menjadi dua video, bukan dipercepat. Cara membaginya adalah elaborasi penyusun.
Bagi menurut langkah. Contoh: video 1 untuk menghitung bagian terpakai, video 2 untuk menyusun jurnal dan memeriksa saldo.
Bagi menurut kasus. Contoh: video 1 untuk sewa dibayar di muka, video 2 untuk perlengkapan.
Pindahkan latihan ke produk lain. Contoh: soal latihan tidak dikerjakan di video, tetapi diarahkan ke spreadsheet pada Produk 4.
Mempercepat narasi atau memotong jeda bukan jalan keluar. Cara itu justru menambah beban pada siswa yang sedang belajar langkah baru.
Menguji lingkup tujuan
Uji sederhana berikut adalah alat bantu penyusun. Tulis tujuan video dalam satu kalimat yang dimulai dengan "Setelah menonton video ini, siswa dapat ...". Bila kalimat itu memuat kata "dan" lebih dari sekali, kemungkinan besar video itu memuat lebih dari satu tujuan.
Terlalu luas: "Setelah menonton video ini, siswa dapat menyusun jurnal penyesuaian sewa, perlengkapan, dan peralatan, dan menyusun neraca saldo setelah penyesuaian."
Cukup sempit: "Setelah menonton video ini, siswa dapat menyusun jurnal penyesuaian untuk sewa dibayar di muka."
Naskah adalah teks lengkap yang akan diucapkan narator. Naskah yang matang membuat perekaman lebih cepat dan mengurangi pengulangan.
Tiga bagian naskah
Susunan ini adalah ketentuan mata kuliah.
Pembuka menyatakan masalah dan tujuan secara singkat.
Inti dibagi menjadi dua sampai empat segmen, masing-masing satu langkah atau satu gagasan.
Penutup merangkum dan mengajak siswa berlatih pada produk lain dalam paket.
Gaya percakapan
Bahasa naskah memakai gaya percakapan, misalnya kata "kita" dan "kamu" (Brame, 2016). Gaya ini sejalan dengan prinsip personalisasi pada Bab 2.
Perbandingan berikut adalah contoh penyusun.
Kaku: "Selanjutnya akan dilakukan perhitungan atas bagian sewa yang telah digunakan selama periode berjalan."
Percakapan: "Sekarang kita hitung dulu, berapa bulan sewa yang sudah kita pakai sampai 31 Desember."
Gaya percakapan tidak berarti tidak cermat. Nama akun tetap ditulis dan diucapkan persis sama dengan glosarium tim.
Memperkirakan dan memangkas durasi
Durasi diperkirakan dengan membaca naskah secara nyaring sambil mencatat waktu. Naskah lalu dipangkas sampai masuk rentang. Urutan memangkas berikut adalah elaborasi penyusun.
Hapus kalimat pengantar yang tidak membawa informasi, misalnya "Pada kesempatan kali ini ...".
Hapus penjelasan yang sudah ada pada produk lain, lalu ganti dengan rujukan, misalnya "Rinciannya ada di e-modul halaman 5."
Gabungkan dua contoh yang mirip menjadi satu.
Mengapa naskah penting
Guo dkk. (2014) menemukan bahwa video yang direncanakan khusus untuk ditonton daring lebih baik daripada rekaman kelas yang dipotong. Temuan ini menguatkan pentingnya naskah.
Contoh berjalan: naskah pembuka Laundry Bersih (40 detik)
Naskah berikut adalah contoh penyusun.
"Laundry Bersih membayar sewa ruko dua belas juta rupiah untuk dua belas bulan, mulai 1 Oktober. Waktu menyusun laporan pada 31 Desember, banyak dari kita langsung mencatat seluruh dua belas juta sebagai beban. Padahal, belum semua sewa itu terpakai. Di video ini kita akan belajar menyusun jurnal penyesuaian untuk sewa dibayar di muka, dalam tiga langkah: menghitung bagian yang terpakai, menyusun jurnal, lalu memeriksa saldonya."
Pembuka ini memuat tiga hal: masalah (kesalahan yang sering terjadi), tujuan (menyusun jurnal penyesuaian), dan peta segmen (tiga langkah).
GAMBAR 8.3 Struktur naskah video 6 menit
Batang durasi video penyesuaian sewa Laundry Bersih yang terbagi menjadi lima bagian. Uraian lengkap ada di bawah gambar.
Video berdurasi 6 menit atau 360 detik. Pembuka 40 detik, segmen 1 menghitung bagian terpakai 110 detik, segmen 2 menyusun jurnal 110 detik, segmen 3 pengecekan saldo 60 detik, dan penutup 40 detik.
Catatan pembuatan: panjang tiap bagian pada batang harus sebanding dengan durasinya. Bila hasil AI tidak sebanding, buat batang ini di Google Sheets sebagai diagram batang bertumpuk.
Naskah menjawab apa yang didengar siswa. Storyboard menjawab apa yang dilihat siswa pada saat yang sama. Dengan storyboard, tim dapat memeriksa kecocokan suara dan gambar sebelum merekam.
Lima unsur setiap adegan
Nomor adegan. Penomoran mengikuti segmen, misalnya 2.1, 2.2, dan seterusnya.
Visual, yaitu apa yang tampak di layar.
Narasi, yaitu apa yang diucapkan.
Teks layar, yaitu kata kunci atau angka saja.
Durasi dalam detik.
Jumlah durasi seluruh adegan harus berada pada rentang 5 s.d. 8 menit.
Kaidah mengisi tiap unsur
Kaidah berikut adalah elaborasi penyusun.
Visual ditulis spesifik. "Layar jurnal" terlalu umum. "Format jurnal, baris akun debit disorot" cukup jelas untuk direkam.
Narasi disalin dari naskah, bukan ditulis ulang, agar naskah dan storyboard tidak berbeda.
Teks layar paling banyak satu baris pendek. Bila teks layar lebih panjang dari itu, kemungkinan besar teks itu mengulang narasi.
Durasi diambil dari hasil membaca nyaring narasi adegan itu, lalu ditambah jeda bila layar perlu waktu untuk dibaca.
Bentuk storyboard di Google Sites
Storyboard dapat dibuat di Google Slides, yaitu satu slide untuk satu adegan, atau di Google Sheets, yaitu satu baris untuk satu adegan. Bentuk Sheets memudahkan penjumlahan durasi dengan fungsi SUM. Keduanya dapat disematkan ke halaman Sites.
Contoh berjalan: storyboard segmen 2 Laundry Bersih (110 detik)
Storyboard berikut adalah contoh penyusun.
Adegan 2.1
Visual: judul segmen di tengah layar.
Narasi: "Sekarang kita susun jurnalnya."
Teks layar: "Segmen 2: Menyusun jurnal".
Durasi: 10 detik.
Adegan 2.2
Visual: format jurnal, baris akun debit disorot.
Narasi: "Tiga bulan sewa sudah kita pakai, jadi bagian itu sekarang menjadi beban."
Teks layar: "3 bulan = Rp3.000.000".
Durasi: 25 detik.
Adegan 2.3
Visual: format jurnal, baris akun kredit disorot dan menjorok ke kanan.
Narasi: "Bagian yang terpakai itu kita keluarkan dari aset Sewa Dibayar di Muka, jadi akun ini kita kredit."
Teks layar: "Kredit: Sewa Dibayar di Muka".
Durasi: 25 detik.
Adegan 2.4
Visual: kolom debit dan kredit disorot bersamaan.
Narasi: "Coba lihat, jumlah debit dan kredit sama-sama tiga juta. Jurnal kita seimbang."
Teks layar: "Debit = Kredit".
Durasi: 30 detik.
Adegan 2.5
Visual: jurnal lengkap dua baris tanpa sorotan.
Narasi: "Jadi, jurnal penyesuaiannya: Beban Sewa di debit, Sewa Dibayar di Muka di kredit, masing-masing tiga juta rupiah."
Teks layar: tidak ada.
Durasi: 20 detik.
Jumlah durasi segmen 2: 10 + 25 + 25 + 30 + 20 = 110 detik, sesuai rencana pada Subbab 8.3.
GAMBAR 8.4 Satu kartu adegan storyboard
Kartu adegan storyboard yang memuat lima unsur, dengan adegan 2.2 video Laundry Bersih sebagai contoh. Uraian lengkap ada di bawah gambar.
Kartu berlabel Adegan 2.2. Bagian kiri berupa kotak visual yang menggambarkan format jurnal dengan baris debit disorot. Bagian kanan memuat narasi, teks layar 3 bulan sama dengan Rp3.000.000, dan durasi 25 detik.
Storyboard ditelaah tim lain sebelum perekaman. Pada tahap ini, perbaikan masih murah: cukup mengubah tulisan, bukan merekam ulang.
Tiga pertanyaan pada setiap adegan
Tiga prinsip dari Bab 2 diperiksa pada tiap adegan.
Sinyal: apa yang disorot pada adegan ini?
Kedekatan waktu: apakah narasi muncul bersamaan dengan visualnya?
Redundansi: apakah teks layar mengulang narasi kata demi kata?
Tiga langkah yang searah
Brame (2016) menyebut tiga langkah yang searah dengan pertanyaan di atas:
memberi sinyal;
memecah menjadi segmen;
membuang unsur yang tidak perlu, seperti musik atau latar yang ramai.
Cara membaca storyboard sebagai penelaah
Langkah berikut adalah prosedur kerja mata kuliah dan elaborasi penyusun.
Baca narasi satu adegan dengan suara pelan, sambil membayangkan visualnya.
Ajukan tiga pertanyaan di atas.
Periksa angka dan nama akun pada narasi dan teks layar.
Jumlahkan durasi seluruh adegan, lalu bandingkan dengan rentang 5 s.d. 8 menit.
Menulis catatan telaah
Catatan telaah memakai pola yang sama dengan rekomendasi pada Bab 3: bagian, cara, dan prinsip.
Lemah: "Adegan 2.3 kurang jelas."
Kuat: "Adegan 2.3: teks layar memuat seluruh kalimat narasi. Ganti dengan nama akun saja, karena teks yang sama dengan narasi melanggar prinsip redundansi."
Contoh berjalan: catatan telaah storyboard Laundry Bersih
Catatan berikut adalah contoh penyusun. Misalkan versi awal storyboard segmen 2 memuat tiga masalah.
Adegan 2.2, sinyal. Visual menampilkan seluruh format jurnal tanpa sorotan. Saran: sorot baris akun debit ketika narasi menyebut beban.
Adegan 2.4, kedekatan waktu. Kolom debit dan kredit baru disorot setelah narasi selesai. Saran: munculkan sorotan bersamaan dengan kalimat "jumlah debit dan kredit sama-sama tiga juta".
Adegan 2.5, koherensi. Musik latar terdengar di bawah narasi. Saran: hapus musik pada adegan bernarasi.
Versi storyboard pada Subbab 8.4 adalah hasil setelah ketiga saran itu diterapkan.
GAMBAR 8.5 Tiga pertanyaan telaah sejawat
Tiga kartu pertanyaan untuk menelaah storyboard, yaitu sinyal, kedekatan waktu, dan redundansi.
Kartu sinyal bertanya apa yang disorot pada adegan ini. Kartu kedekatan waktu bertanya apakah narasi muncul bersamaan dengan visualnya. Kartu redundansi bertanya apakah teks layar mengulang narasi kata demi kata.
Brame, C. J. (2016). Effective educational videos: Principles and guidelines for maximizing student learning from video content. CBE—Life Sciences Education, 15(4), Essay 6. https://doi.org/10.1187/cbe.16-03-0125
Fiorella, L., & Mayer, R. E. (2018). What works and doesn't work with instructional video. Computers in Human Behavior, 89. https://doi.org/10.1016/j.chb.2018.07.015
Guo, P. J., Kim, J., & Rubin, R. (2014). How video production affects student engagement: An empirical study of MOOC videos. In Proceedings of the first ACM conference on Learning @ Scale conference (pp. 41–50). Association for Computing Machinery. https://doi.org/10.1145/2556325.2566239