Bab 7. Desain VIsUal dan Infografik Akuntansi
Faisal R. Dongoran
Faisal R. Dongoran
Mengapa bab ini penting
Infografik yang baik membuat siswa melihat struktur gagasan dalam sekali pandang. Dalam akuntansi, struktur itu berupa alur, pasangan debit dan kredit, atau hubungan bagian dengan keseluruhan. Karena itu bentuk visual harus mengikuti isi.
Infografik yang baik membuat siswa melihat struktur gagasan dalam sekali pandang. Yang membuatnya mudah dibaca bukan banyaknya warna atau ikon, melainkan keputusan penataan yang konsisten.
Empat prinsip dasar ditambah satu
Williams (2015) merumuskan empat prinsip dasar, yaitu kontras, repetisi, keselarasan, dan kedekatan. Mata kuliah ini memakai keempatnya, menyebut repetisi sebagai konsistensi, dan menambahkan hierarki.
Cara menerapkan dan kesalahan khas pada tiap prinsip di bawah adalah rancangan penyusun.
1. Kontras
Arti: membedakan unsur penting dari unsur pendukung.
Cara menerapkan: buat angka kunci, misalnya Rp3.000.000, lebih besar dan lebih tebal daripada keterangannya.
Kesalahan khas: semua teks berukuran sama, sehingga mata tidak tahu harus mulai dari mana.
2. Hierarki
Arti: mengatur urutan baca melalui ukuran, bobot, dan posisi.
Cara menerapkan: pakai tiga tingkat, yaitu judul, subbagian, dan rincian. Hierarki tiga tingkat cukup untuk infografik satu halaman.
Kesalahan khas: lima atau enam ukuran huruf dipakai sekaligus, sehingga tingkatannya kabur.
3. Keselarasan
Arti: menata unsur pada garis yang sama.
Cara menerapkan: ratakan semua kotak pada garis kiri yang sama, dan ratakan angka di sebelah kanan.
Kesalahan khas: kotak diletakkan bebas sehingga tepinya tidak segaris.
4. Konsistensi
Arti: mengulang gaya yang sama untuk unsur sejenis.
Cara menerapkan: semua akun aset memakai satu warna, semua akun beban memakai warna lain, dan semua ikon memakai ketebalan garis yang sama.
Kesalahan khas: ikon diambil dari tiga sumber dengan gaya berbeda.
5. Kedekatan
Arti: mengelompokkan unsur yang berhubungan.
Cara menerapkan: letakkan nama akun tepat di samping angkanya, dan beri jarak yang lebih lebar antara kelompok yang berbeda.
Kesalahan khas: nama akun dan angkanya terpisah jauh, sehingga pembaca menebak pasangannya.
Ruang kosong
Ruang kosong bukan pemborosan. Ruang itu memisahkan kelompok informasi dan memberi mata tempat beristirahat. Bila infografik terasa sesak, kurangi isi lebih dahulu sebelum mengecilkan huruf.
GAMBAR 7.1 Lima prinsip pada satu kartu infografik
Satu kartu infografik dengan lima penanda yang menunjukkan kontras, hierarki, keselarasan, konsistensi, dan kedekatan. Uraian lengkap ada di bawah gambar.
Kartu berjudul Jurnal Penyesuaian Sewa memuat tiga kotak berurutan. Penanda kontras menunjuk angka Rp3.000.000 yang besar dan tebal. Penanda hierarki menunjuk judul, subjudul, dan rincian. Penanda keselarasan menunjuk tepi kiri kotak yang segaris. Penanda konsistensi menunjuk ikon bergaya sama. Penanda kedekatan menunjuk nama akun yang berdampingan dengan angkanya.
Infografik unggul dalam menyampaikan narasi, hubungan, dan struktur secara ringkas tetapi tetap jelas (Dunlap & Lowenthal, 2016). Keunggulan itu baru muncul bila bentuk visualnya sesuai dengan jenis isi yang disampaikan.
Enam jenis isi dan bentuknya
Pemetaan berikut adalah rancangan penyusun untuk materi akuntansi.
Alur atau proses disajikan sebagai diagram alir.
Contoh: siklus akuntansi, atau urutan dari jurnal ke buku besar.
Perbandingan disajikan dalam dua kolom.
Contoh: saldo normal debit dan kredit, atau metode penyusutan garis lurus dan saldo menurun.
Bagian dan keseluruhan disajikan sebagai dua sisi yang seimbang.
Contoh: persamaan dasar akuntansi, yaitu aset sama dengan liabilitas ditambah ekuitas.
Urutan waktu disajikan sebagai garis waktu.
Contoh: masa sewa 12 bulan dengan 3 bulan yang sudah terpakai.
Penggolongan disajikan sebagai bagan bertingkat.
Contoh: penggolongan akun menjadi aset, liabilitas, ekuitas, pendapatan, dan beban.
Perubahan angka disajikan sebagai diagram batang.
Contoh: sebaran jenis kesalahan siswa pada Bab 4. Diagram jenis ini sebaiknya dibuat dari data di spreadsheet, bukan digambar bebas.
Kesalahan konsep karena bentuk yang keliru
Kesalahan konsep paling sering muncul ketika bentuk tidak sesuai isi. Tiga contoh berikut adalah pengamatan penyusun.
Siklus akuntansi digambar sebagai daftar tanpa urutan, sehingga siswa tidak melihat bahwa penyesuaian datang setelah neraca saldo.
Persamaan dasar digambar dengan dua sisi yang tidak sama besar, sehingga kesan "seimbang" hilang.
Diagram lingkaran dipakai untuk hal yang bukan bagian dari satu keseluruhan, misalnya membandingkan saldo tiga akun yang tidak saling berkaitan.
GAMBAR 7.2 Garis waktu masa sewa 12 bulan
Garis waktu masa sewa 12 bulan Laundry Bersih. Uraian lengkap ada di bawah gambar.
Dua belas kotak bulan berderet dari Oktober sampai September tahun berikutnya. Tiga kotak pertama, Oktober sampai Desember, berwarna oranye dan berlabel terpakai Rp3.000.000. Sembilan kotak berikutnya berwarna biru tua dan berlabel belum terpakai Rp9.000.000. Garis tegak pada akhir Desember berlabel 31 Desember, tanggal penyesuaian.
Kata dan gambar bersama
Siswa belajar lebih baik dari kata dan gambar daripada dari kata saja (Mayer, 2024). Garis waktu di atas tidak menggantikan penjelasan tertulis, tetapi membuat hubungan antara bulan dan jumlah rupiah langsung terlihat.
Pada infografik akuntansi, satu angka yang salah atau satu nama akun yang berbeda dapat mengubah makna. Karena ruangnya sempit, setiap angka dan istilah harus tepat.
Kaidah angka
Kaidah berikut adalah ketentuan mata kuliah.
Format angka seragam, dan satuan disebutkan. Tulis semua nominal dengan bentuk yang sama, misalnya "Rp3.000.000", tanpa mencampur "Rp 3 juta" dan "3.000.000".
Pembulatan konsisten. Bila satu angka dibulatkan, jelaskan aturannya. Untuk contoh jurnal, hindari pembulatan.
Tanggal ditulis lengkap. Tulis "31 Desember", bukan "31/12", agar tidak dibaca keliru.
Angka diperiksa ulang. Hitung ulang setiap angka dengan kalkulator sebelum desain difinalkan.
Kaidah istilah akun
Istilah akun sama dengan yang dipakai pada produk lain dalam paket. Bila modul menulis "Sewa Dibayar di Muka", infografik tidak boleh menulis "Sewa Dibayar Dimuka".
Singkatan dijelaskan. Bila memakai D dan K, sertakan keterangan "D = Debit, K = Kredit" pada infografik.
Debit dan kredit ditandai dengan label, bukan warna saja. Warna tidak boleh menjadi satu-satunya penanda informasi (WCAG 2.2, kriteria 1.4.1).
Buang yang tidak membawa informasi
Siswa belajar lebih baik bila kata dan gambar yang tidak diperlukan dibuang (Mayer, 2024). Pada infografik, prinsip koherensi ini berarti membuang ikon tempelan, pola latar, dan kalimat pengantar yang tidak menambah pemahaman.
Daftar periksa angka dan istilah
Daftar berikut adalah alat bantu penyusun.
Apakah semua nominal memakai format yang sama?
Apakah setiap angka sudah dihitung ulang?
Apakah setiap nama akun sama persis dengan glosarium tim?
Apakah setiap singkatan dijelaskan?
Apakah debit dan kredit ditandai dengan label?
Langkah berikut adalah prosedur kerja mata kuliah untuk LKM-4 dan T-5. Penjelasan dan hasil tiap langkah adalah rancangan penyusun.
Langkah 1: tulis pesan utama dalam satu kalimat
Hasil: satu kalimat yang menjawab "apa yang harus dibawa pulang siswa".
Uji: bila pesan utama membutuhkan dua kalimat, infografik itu sebaiknya dipecah menjadi dua.
Langkah 2: buat sketsa hierarki tiga tingkat di kertas
Hasil: sketsa kasar berisi judul, subbagian, dan rincian.
Alasan: sketsa di kertas lebih cepat diubah. Tim dapat mencoba dua atau tiga susunan sebelum membuka aplikasi.
Langkah 3: pilih palet terbatas
Hasil: satu warna utama, satu warna aksen, dan warna netral.
Uji: periksa kontras teks terhadap latar dengan alat pemeriksa kontras. Rasio minimal untuk teks biasa adalah 4,5:1 (WCAG 2.2, kriteria 1.4.3).
Langkah 4: pakai paling banyak dua jenis huruf
Hasil: satu huruf untuk judul dan satu untuk isi, atau satu jenis huruf dengan dua ketebalan.
Alasan: jenis huruf yang terlalu banyak merusak konsistensi.
Langkah 5: periksa empat butir aksesibilitas infografik
Hasil: infografik yang lolos empat butir, yaitu kontras warna, ukuran huruf, teks alternatif, dan informasi yang tidak bergantung pada warna saja.
Uji: lihat infografik dalam tampilan hitam putih. Bila ada informasi yang hilang, informasi itu masih bergantung pada warna.
Membuat infografik dengan aplikasi
Infografik sebaiknya disusun di aplikasi desain atau aplikasi penyaji salindia, agar setiap teks dan angka dapat diketik dan diperiksa. Alat AI pembuat gambar lebih aman dipakai untuk ikon atau ilustrasi pendukung tanpa teks. Hasil AI yang berisi teks harus diperiksa huruf per huruf. Setiap pemakaian AI dideklarasikan sesuai Bab 6.
Contoh berjalan: infografik penyesuaian sewa Laundry Bersih
Pesan utama: "Jurnal penyesuaian memindahkan bagian yang sudah terpakai dari aset ke beban."
Sketsa tiga tingkat:
tingkat 1: judul;
tingkat 2: tiga kotak berurutan, yaitu saldo awal, bagian terpakai, dan saldo akhir;
tingkat 3: angka pada tiap kotak, yaitu Rp12.000.000, Rp3.000.000, dan Rp9.000.000.
Palet: biru tua untuk aset, oranye untuk bagian yang menjadi beban, dan abu-abu terang untuk latar kotak.
Huruf: satu jenis huruf sans-serif dengan dua ketebalan.
Pemeriksaan: label "Aset" dan "Beban" ditulis pada kotak, sehingga informasi tetap terbaca dalam tampilan hitam putih.
GAMBAR 7.4 Infografik penyesuaian sewa Laundry Bersih
Gambar ini adalah contoh hasil akhir dan berisi angka. Bila hasil AI tidak persis, susun ulang di aplikasi desain dengan isi yang sama.
Infografik alur penyesuaian sewa dibayar di muka Laundry Bersih. Uraian lengkap ada di bawah gambar.
Infografik yang tidak memiliki teks alternatif tidak dapat dibaca oleh siswa yang memakai pembaca layar. WCAG 2.2 mensyaratkan setiap konten nonteks memiliki alternatif teks yang setara tujuannya (kriteria 1.1.1).
Infografik adalah gambar kompleks
Infografik tergolong gambar kompleks. Untuk gambar kompleks, W3C Web Accessibility Initiative (2026) menganjurkan teks alternatif dua bagian:
deskripsi singkat, yang menyebut jenis dan judul gambar serta letak deskripsi panjangnya;
deskripsi panjang, yang menguraikan informasi pokok pada gambar dalam bentuk teks.
Tempat deskripsi panjang
W3C Web Accessibility Initiative (2026) menyebut beberapa cara menyediakan deskripsi panjang. Dua di antaranya dapat dipakai di Google Sites:
menulis deskripsi panjang di dekat gambar;
menyebut letak deskripsi panjang itu di dalam teks alternatif.
Pada Google Sites, deskripsi singkat diisikan pada teks alternatif gambar. Deskripsi panjang ditulis sebagai paragraf di bawah gambar.
Ketentuan mata kuliah untuk Produk 2
Deskripsi singkat cukup satu atau dua kalimat.
Deskripsi panjang ditulis dalam 30 s.d. 50 kata.
Deskripsi panjang memuat semua angka dan istilah penting yang ada pada infografik.
Menulis isi, bukan wujud
Teks alternatif menyampaikan informasi yang dibawa gambar, bukan menggambarkan tampilannya. Bandingkan dua contoh berikut.
Lemah: "Gambar tiga kotak berwarna biru dan oranye dengan panah."
Kuat: "Infografik alur penyesuaian sewa dibayar di muka Laundry Bersih. Uraian lengkap ada di bawah gambar."
Contoh berjalan: teks alternatif infografik Laundry Bersih
Deskripsi singkat: "Infografik alur penyesuaian sewa dibayar di muka Laundry Bersih. Uraian lengkap ada di bawah gambar."
Deskripsi panjang: "Sewa dibayar di muka Rp12.000.000 untuk 12 bulan. Sampai 31 Desember terpakai 3 bulan, yaitu Rp3.000.000, yang dipindahkan ke Beban Sewa. Saldo Sewa Dibayar di Muka menjadi Rp9.000.000 untuk 9 bulan tersisa."
Deskripsi panjang di atas berjumlah 32 kata, sehingga memenuhi batas 30 s.d. 50 kata.
Tiga kesalahan yang sering terjadi
Tiga kesalahan berikut adalah pengamatan penyusun.
Teks alternatif hanya berbunyi "infografik". Pembaca tahu ada gambar, tetapi tidak tahu isinya.
Seluruh teks infografik disalin mentah. Hasilnya panjang dan tidak menjelaskan hubungan antarbagian.
Angka pada deskripsi berbeda dari angka pada gambar. Kesalahan ini biasanya terjadi ketika infografik direvisi tetapi deskripsinya tidak ikut diperbarui.
Langkah memasang di Google Sites
Pilih gambar infografik.
Buka opsi pengeditan tambahan pada gambar, lalu pilih menambahkan teks alternatif.
Tempel deskripsi singkat.
Tulis deskripsi panjang sebagai paragraf tepat di bawah gambar.
Panduan W3C tentang cara memutuskan teks alternatif untuk berbagai jenis gambar dicantumkan pada Bacaan lanjut.
Campbell, A., Adams, C., Montgomery, R. B., Cooper, M., & Kirkpatrick, A. (Eds.). (2024). Web Content Accessibility Guidelines (WCAG) 2.2 (W3C Recommendation). World Wide Web Consortium. https://www.w3.org/TR/WCAG22/
Dunlap, J. C., & Lowenthal, P. R. (2016). Getting graphic about infographics: Design lessons learned from popular infographics. Journal of Visual Literacy, 35(1), 42–59. https://doi.org/10.1080/1051144X.2016.1205832
Mayer, R. E. (2024). The past, present, and future of the cognitive theory of multimedia learning. Educational Psychology Review, 36(1), Article 8. https://doi.org/10.1007/s10648-023-09842-1
W3C Web Accessibility Initiative. (2024, May 13). An alt decision tree. https://www.w3.org/WAI/tutorials/images/decision-tree/
W3C Web Accessibility Initiative. (2026, April 8). Complex images. https://www.w3.org/WAI/tutorials/images/complex/
Williams, R. (2015). The non-designer's design book (4th ed.). Peachpit Press.