Bab 6. Bahan Ajar Digital: E-Modul, Hak Cipta, Lisensi, dan Etika AI Generatif
Faisal R. Dongoran
Faisal R. Dongoran
Mengapa bab ini penting
Versi digital membuka kemungkinan navigasi, tautan, dan interaksi. Versi digital juga membawa tanggung jawab baru: aset milik orang lain harus diakui, dan bantuan AI harus dinyatakan.
Modul yang dipindai menjadi PDF dapat dibuka di layar, tetapi belum menjadi e-modul. E-modul adalah bahan ajar digital yang memanfaatkan sifat digital untuk membantu siswa belajar. Rumusan ini adalah rumusan penyusun untuk mata kuliah ini.
Tiga fitur wajib
E-modul bukan modul cetak yang dipindai. Produk 1 mensyaratkan tiga fitur, yaitu ketentuan mata kuliah:
navigasi, misalnya daftar isi bertaut;
tautan, misalnya ke video dan lembar kerja spreadsheet dalam paket;
minimal satu unsur interaktif, misalnya kuis singkat atau tombol tampilkan jawaban.
Cara mewujudkan tiap fitur
Cara berikut adalah saran penyusun.
Navigasi. Pakai gaya judul pada setiap bagian, lalu buat daftar isi otomatis dari judul itu. Siswa dapat melompat ke contoh kerja atau latihan tanpa menggulir dari awal.
Tautan. Tautkan video contoh kerja tepat di samping contoh kerja tertulis, dan tautkan spreadsheet tepat di bagian latihan. Tulis teks tautan yang menjelaskan tujuannya, misalnya "Tonton video penyesuaian sewa", bukan "klik di sini".
Unsur interaktif. Pilih yang paling sesuai dengan fungsi yang dibutuhkan. Kuis singkat memberi umpan balik. Kunci jawaban yang dapat diciutkan memberi kesempatan siswa mencoba dulu sebelum melihat jawaban.
Fitur yang sudah wajib dari bab lain
Tiga ketentuan dari Bab 3 tetap berlaku pada e-modul:
gambar bermakna memiliki teks alternatif;
video yang ditautkan memiliki takarir;
judul memakai gaya berjenjang agar navigasi berfungsi.
GAMBAR 6.1 Struktur navigasi e-modul
Diagram struktur e-modul dengan daftar isi bertaut, tautan ke video dan spreadsheet, serta unsur interaktif. Uraian lengkap ada di bawah gambar.
Daftar isi di sebelah kiri terhubung ke empat bagian e-modul: tujuan, uraian, contoh kerja, dan latihan. Bagian contoh kerja memiliki tautan ke video contoh kerja. Bagian latihan memiliki tautan ke spreadsheet dan satu kuis singkat dengan kunci yang dapat diciutkan.
Contoh berjalan: susunan e-modul Laundry Bersih
Susunan berikut adalah contoh penyusun.
Petunjuk penggunaan, dengan daftar isi bertaut.
Tujuan pembelajaran.
Uraian, dengan tautan ke infografik saldo normal akun.
Contoh kerja sewa, dengan tautan ke video contoh kerja.
Contoh kerja perlengkapan dengan satu langkah dikosongkan.
Latihan tiga tingkat, dengan tautan ke spreadsheet.
Kuis singkat lima soal.
Rangkuman.
Kunci dan umpan balik dalam bagian yang dapat diciutkan.
Daftar atribusi dan deklarasi penggunaan AI.
Profil peserta didik pada design brief menentukan rancangan. Bila siswa membaca di ponsel, e-modul yang tampak rapi di laptop dapat menjadi sulit dibaca.
Tiga ketentuan utama
Bila siswa membaca di ponsel, tiga hal perlu dijaga:
tata letak satu kolom;
huruf yang cukup besar dan dapat diperbesar;
ukuran berkas yang ringan.
Cara menerapkannya
Cara berikut adalah saran penyusun.
Satu kolom. Hindari tata letak dua kolom dan kotak teks yang mengambang. Pada layar sempit, susunan seperti itu sering tumpang tindih.
Dapat diperbesar. WCAG 2.2 mensyaratkan teks dapat diperbesar sampai 200 persen tanpa kehilangan isi atau fungsi (Campbell dkk., 2024). Karena itu, jangan menyajikan teks atau tabel sebagai gambar.
Ringan. Perkecil ukuran gambar sebelum dimasukkan. Tautkan video dari tempat penyimpanannya, jangan disisipkan sebagai berkas di dalam e-modul.
Tautan mudah disentuh. Beri jarak antartautan, agar jari tidak menyentuh tautan yang salah.
Tabel jurnal di layar sempit
Tabel jurnal yang lebar sebaiknya dipecah atau disajikan sebagai daftar. Contoh penyajian satu jurnal sebagai daftar:
Debit: Beban Sewa, Rp3.000.000
Kredit: Sewa Dibayar di Muka, Rp3.000.000
Bentuk daftar ini tetap terbaca utuh di ponsel tanpa digeser ke samping.
GAMBAR 6.2 Tampilan ponsel sebelum dan sesudah disesuaikan
Perbandingan dua layar ponsel yang menampilkan jurnal penyesuaian sebelum dan sesudah disesuaikan. Uraian lengkap ada di bawah gambar.
Layar kiri, sebelum disesuaikan, menampilkan tabel jurnal yang terpotong di tepi kanan dan teks kecil dalam dua kolom. Layar kanan, sesudah disesuaikan, menampilkan satu kolom dengan jurnal yang disajikan sebagai daftar debit dan kredit, huruf yang lebih besar, dan tombol tautan video yang lebar.
Uji di ponsel sungguhan
Pratinjau di laptop tidak cukup. Buka e-modul di minimal satu ponsel sebelum diserahkan. Periksa empat hal:
apakah ada teks atau tabel yang terpotong;
apakah semua tautan dapat dibuka;
apakah video dapat diputar dengan kuota yang wajar;
apakah huruf dapat diperbesar tanpa merusak tata letak.
E-modul hampir selalu memakai aset dari pihak lain, seperti ikon, foto, atau potongan video. Sebelum memakainya, tim perlu tahu siapa pemilik haknya dan apa yang diizinkan.
Apa yang dilindungi hak cipta
Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 mendefinisikan ciptaan sebagai hasil karya cipta di bidang ilmu pengetahuan, seni, dan sastra (Pasal 1 angka 3). Hak cipta timbul secara otomatis setelah ciptaan diwujudkan dalam bentuk nyata (Pasal 1 angka 1). Buku, alat peraga pendidikan, karya sinematografi, dan program komputer termasuk ciptaan yang dilindungi (Pasal 40 ayat (1)).
Artinya, gambar atau video di internet tetap berhak cipta walaupun tidak diberi tanda apa pun.
Penggunaan untuk pendidikan
Pasal 44 ayat (1) huruf a menyatakan penggunaan ciptaan untuk keperluan pendidikan tidak dianggap pelanggaran dengan dua syarat:
sumbernya disebutkan secara lengkap;
penggunaannya tidak merugikan kepentingan yang wajar dari pencipta.
Ketentuan ini bukan izin tanpa batas. Karena produk mata kuliah akan dibagikan kepada guru dan siswa, pilihan yang paling aman adalah aset berlisensi terbuka. Saran ini adalah pertimbangan penyusun dan bukan nasihat hukum.
Enam lisensi Creative Commons
Lisensi Creative Commons menyatakan izin di muka melalui enam kombinasi (Creative Commons, n.d.):
CC BY: boleh disebarkan dan diadaptasi, termasuk untuk tujuan komersial, dengan atribusi.
CC BY-SA: seperti CC BY, tetapi adaptasi harus dibagikan dengan ketentuan yang sama.
CC BY-NC: hanya untuk tujuan nonkomersial.
CC BY-NC-SA: nonkomersial, dan adaptasi dibagikan dengan ketentuan yang sama.
CC BY-ND: hanya boleh disebarkan dalam bentuk yang tidak diubah.
CC BY-NC-ND: tidak diubah dan hanya nonkomersial.
Creative Commons menjelaskan nonkomersial sebagai pemakaian yang tidak terutama ditujukan untuk keuntungan komersial (Creative Commons, n.d.). Di luar keenam lisensi itu ada CC0, yaitu pelepasan karya ke domain publik. Aset tanpa keterangan lisensi diperlakukan sebagai tidak boleh dipakai sampai ada izin.
Empat pertanyaan sebelum memakai aset
Empat pertanyaan berikut adalah alat bantu penyusun. Jawab berurutan.
Apakah aset ini mencantumkan lisensi? Bila tidak, jangan dipakai sampai ada izin.
Apakah produk akan dijual atau dipakai untuk keuntungan? Bila ya, hindari lisensi yang memuat NC.
Apakah aset akan diubah, dipotong, atau diberi warna lain? Bila ya, hindari lisensi yang memuat ND.
Apakah aset akan digabungkan menjadi karya turunan? Bila lisensinya memuat SA, karya turunan itu harus dibagikan dengan lisensi yang sama.
GAMBAR 6.3 Empat pertanyaan sebelum memakai aset
Diagram alur empat pertanyaan untuk memutuskan apakah suatu aset boleh dipakai. Uraian lengkap ada pada daftar di atas gambar.
Memilih lisensi untuk karya tim
Karya tim juga dapat diberi lisensi. Bila tim mengadaptasi aset berlisensi CC BY-SA, karya hasil adaptasinya harus memakai lisensi yang sama. Catat lisensi paket pada panduan penggunaan, seperti dibahas di Bab 13.
Atribusi adalah cara mengakui pemilik aset dan menyampaikan izin yang berlaku. Atribusi yang lengkap juga memudahkan pembaca menemukan karya aslinya.
Empat unsur atribusi
Creative Commons (2024) menganjurkan empat unsur atribusi:
judul karya, bila pemberi lisensi mencantumkannya;
pembuat, ditulis dengan nama yang dikehendaki pemberi lisensi, baik nama asli maupun nama samaran;
sumber, yaitu tautan ke tempat karya aslinya berada;
lisensi, lengkap dengan nama dan tautannya.
GAMBAR 6.4 Empat unsur atribusi
Diagram satu baris atribusi yang dipecah menjadi judul, pembuat, sumber, dan lisensi. Uraian lengkap ada pada daftar di atas gambar.
Bila aset diubah
Bila aset diubah sedikit, perubahannya dicatat, misalnya "dipotong dari aslinya". Bila aset diadaptasi menjadi karya baru, nyatakan bahwa karya itu adaptasi, lalu cantumkan atribusi karya asli beserta lisensi karya baru (Creative Commons, 2024).
Karya domain publik
Karya berlabel CC0 atau domain publik tidak wajib diberi atribusi secara hukum. Meski begitu, Creative Commons (2024) menganjurkan tetap menyebut sumbernya bila memungkinkan. Mata kuliah ini mewajibkannya, agar daftar aset pada portofolio integritas lengkap.
Di mana atribusi diletakkan
Ketentuan berikut adalah saran penyusun.
Untuk gambar yang menonjol, letakkan atribusi langsung di bawah gambar.
Untuk ikon kecil yang dipakai berulang, kumpulkan atribusinya pada halaman atribusi di akhir e-modul.
Untuk video, tulis atribusi musik atau potongan gambar pada deskripsi video dan pada halaman atribusi.
Contoh berjalan: atribusi e-modul Laundry Bersih
Contoh berikut memakai penanda bersiku untuk data yang diisi tim.
"Ikon kalkulator" oleh [nama pembuat], dari [tautan sumber], berlisensi CC BY 4.0. Warna diubah dari aslinya.
"Foto ruko" oleh [nama pembuat], dari [tautan sumber], berlisensi CC0. Disebut sebagai bentuk penghargaan.
Video "Penyesuaian sewa Laundry Bersih" adalah karya tim, berlisensi [lisensi pilihan tim].
AI generatif dapat membantu menyusun draf uraian, variasi soal, atau ilustrasi. Bahkan prompt gambar pada bahan bacaan ini disiapkan untuk alat seperti itu. Karena itu mata kuliah ini menetapkan aturan yang jelas tentang cara memakainya.
Arah dari pedoman internasional
Pedoman UNESCO tentang AI generatif dalam pendidikan dan penelitian memuat beberapa arah (Miao & Holmes, 2023):
pendekatan yang berpusat pada manusia dan sesuai usia dalam validasi etis dan rancangan pedagogis;
perlindungan privasi data pengguna;
penetapan batas usia untuk percakapan mandiri dengan platform AI generatif;
dukungan bagi lembaga pendidikan untuk memvalidasi alat yang dipakai.
Di Indonesia, kementerian juga menerbitkan panduan penggunaan AI generatif pada pembelajaran di perguruan tinggi (Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, 2024). Panduan itu dicantumkan pada Bacaan lanjut.
Tiga syarat mata kuliah
Sejalan dengan itu, mata kuliah ini menetapkan tiga syarat.
Syarat 1: periksa
Penulis memeriksa sendiri ketepatan akun, angka, dan perhitungan. Keluaran AI dapat keliru, dan pada bahan akuntansi satu angka yang salah menjadi kesalahan konsep. Cara memeriksa yang disarankan penyusun:
hitung ulang setiap angka dengan kalkulator atau spreadsheet;
cocokkan nama akun dengan glosarium tim;
uji setiap soal buatan AI dengan mengerjakannya sendiri sampai selesai.
Syarat 2: deklarasikan
Penulis menyebut alat, bagian yang dibantu, dan bentuk bantuannya. Deklarasi ditulis pada halaman atribusi e-modul dan pada portofolio integritas di Bab 13.
Contoh: "Draf lima soal latihan tingkat 1 disusun dengan bantuan [nama alat AI]. Seluruh akun dan angka diperiksa dan diperbaiki oleh tim."
Syarat 3: lindungi data
Data pribadi siswa atau guru tidak dimasukkan ke alat AI. Contoh yang tidak boleh dimasukkan:
nama siswa dan nilai perorangan;
foto lembar jawaban yang memuat nama;
hasil wawancara guru yang memuat identitas.
Bila perlu memakai data kesulitan belajar dari Bab 4, masukkan hanya ringkasan kelompok, misalnya "12 dari 30 siswa menjurnal seluruh sewa sebagai beban".
GAMBAR 6.5 Tiga syarat penggunaan AI generatif
Tiga kartu syarat penggunaan AI generatif: periksa, deklarasikan, dan lindungi data. Uraian lengkap ada pada teks di atas gambar.
Bila produk dipakai siswa sekolah
Pedoman UNESCO menganjurkan batas usia untuk percakapan mandiri dengan AI generatif (Miao & Holmes, 2023). Karena itu, bila produk tim meminta siswa sekolah memakai alat AI, periksa lebih dahulu kebijakan sekolah dan ketentuan usia pada alat tersebut.
Tanggung jawab tetap pada penulis
Tanggung jawab atas isi tetap pada penulis. Karya tanpa deklarasi diperlakukan sebagai pelanggaran integritas akademik sesuai kontrak kuliah.
Campbell, A., Adams, C., Montgomery, R. B., Cooper, M., & Kirkpatrick, A. (Eds.). (2024). Web Content Accessibility Guidelines (WCAG) 2.2 (W3C Recommendation). World Wide Web Consortium. https://www.w3.org/TR/WCAG22/
Creative Commons. (n.d.). About CC licenses. https://creativecommons.org/share-your-work/cclicenses/
Creative Commons. (2024, December 4). Recommended practices for attribution. https://wiki.creativecommons.org/wiki/Recommended_practices_for_attribution
Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan. (2024). Panduan penggunaan generative artificial intelligence (GenAI) pada pembelajaran di perguruan tinggi (Ed. pertama). Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. https://kemdiktisaintek.go.id/library/book/122191
Miao, F., & Holmes, W. (2023). Guidance for generative AI in education and research. UNESCO. https://doi.org/10.54675/EWZM9535
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. (2014). Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 266. https://peraturan.bpk.go.id/Details/38690/uu-no-28-tahun-2014