Bab 4. Analisis Kebutuhan , Kurikulum, dan Pemilihan Media
Faisal R. Dongoran
Faisal R. Dongoran
Mengapa bab ini penting
Produk yang baik dimulai dari masalah belajar yang jelas. Design brief mengikat tim pada satu tujuan, data kesulitan siswa, dan alasan pemilihan media. Dengan begitu empat produk berikutnya tidak dibuat berdasarkan selera.
Setiap produk dalam proyek ini harus dapat menjawab satu pertanyaan: produk ini membantu siswa mencapai apa? Jawabannya ditulis sebagai tujuan pembelajaran. Tujuan itu diturunkan dari capaian pembelajaran yang berlaku.
Mulai dari dokumen resmi
Analisis kurikulum dimulai dari capaian pembelajaran yang berlaku pada satuan pendidikan sasaran. Dokumen resminya saat ini adalah Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025.
[CP diisi dari dokumen resmi yang berlaku]
Tiga kebiasaan kerja berikut adalah ketentuan mata kuliah.
Unduh dokumen dari laman resmi kementerian, bukan dari salinan di blog atau grup percakapan.
Pastikan jenjang dan fase yang dibaca sesuai sekolah sasaran, karena rumusan untuk SMA dan SMK berbeda.
Salin rumusan capaian apa adanya ke design brief, lalu tandai bagian yang akan dilayani produk tim.
Satu capaian, banyak tujuan
Capaian pembelajaran dirumuskan untuk satu fase, sehingga cakupannya luas. Dari capaian itu tim menurunkan satu tujuan pembelajaran yang memuat kompetensi yang dapat diamati dan lingkup materinya. Tujuan yang sempit lebih berguna daripada tujuan yang luas.
Terlalu luas: "memahami siklus akuntansi".
Cukup sempit: "menyusun jurnal penyesuaian untuk sewa dibayar di muka dan perlengkapan".
Tujuan kedua dapat dilayani empat produk yang saling terkait. Tujuan pertama tidak dapat.
Tiga unsur tujuan
Mata kuliah ini menulis tujuan dengan tiga unsur, yaitu kompetensi, konten, dan konteks.
Kompetensi adalah kata kerja yang hasilnya dapat diamati, misalnya menyusun, menghitung, atau memperbaiki.
Konten adalah lingkup materi, misalnya jurnal penyesuaian sewa dibayar di muka dan perlengkapan.
Konteks adalah situasi tempat kompetensi itu ditunjukkan, misalnya dari bukti transaksi sebuah usaha jasa.
Contoh lengkap: "Siswa menyusun jurnal penyesuaian sewa dibayar di muka dan perlengkapan dari bukti transaksi usaha jasa laundry."
GAMBAR 4.1 Tiga unsur tujuan pembelajaran
Diagram satu kalimat tujuan pembelajaran yang dipecah menjadi kompetensi, konten, dan konteks. Uraian lengkap ada di bawah gambar.
Kalimat "Siswa menyusun jurnal penyesuaian sewa dibayar di muka dan perlengkapan dari bukti transaksi usaha jasa laundry" dipecah menjadi tiga bagian. "Menyusun" ditandai sebagai kompetensi. "Jurnal penyesuaian sewa dibayar di muka dan perlengkapan" ditandai sebagai konten. "Dari bukti transaksi usaha jasa laundry" ditandai sebagai konteks.
Kata kerja yang dihindari
Kata seperti "memahami", "mengetahui", dan "menguasai" tidak dipakai pada tujuan, karena hasilnya tidak dapat diamati. Ganti dengan kata kerja yang menunjukkan apa yang dikerjakan siswa.
"Memahami penyesuaian" menjadi "menghitung bagian sewa yang sudah terpakai".
"Mengetahui akun beban" menjadi "mengelompokkan akun ke dalam aset atau beban".
Uji sederhana
Tujuan yang baik lolos dua uji berikut. Keduanya adalah alat bantu penyusun.
Uji pengamat. Dapatkah orang lain melihat apakah siswa sudah mencapainya?
Uji empat produk. Dapatkah infografik, video, modul, dan spreadsheet melayani tujuan yang sama?
Tujuan menyatakan ke mana siswa dibawa. Profil peserta didik menyatakan dari mana siswa berangkat. Tanpa profil, tim hanya membayangkan siswa, bukan merancang untuk siswa yang nyata.
Empat unsur profil
Profil memuat empat hal:
jenjang dan kelas;
bekal awal, misalnya sudah atau belum fasih menjurnal transaksi umum;
perangkat yang tersedia, misalnya ponsel atau laboratorium komputer;
kebiasaan belajar, misalnya belajar mandiri di rumah atau hanya di kelas.
Pertanyaan untuk mengisi tiap unsur
Pertanyaan berikut adalah rancangan penyusun.
Jenjang dan kelas: kelas berapa, semester berapa, dan topik apa yang baru saja dipelajari?
Bekal awal: apakah siswa sudah dapat menjurnal transaksi tunai dan kredit tanpa bantuan?
Perangkat: berapa banyak siswa yang memiliki ponsel sendiri, dan apakah laboratorium dapat dipakai?
Kebiasaan belajar: apakah siswa biasa membuka bahan di rumah, dan berapa lama?
Jawaban dapat diperoleh dari wawancara guru, angket singkat kepada siswa, atau data sekolah. Catat sumbernya pada design brief.
Profil menentukan keputusan teknis
Profil menentukan keputusan teknis. Contohnya sebagai berikut.
Bila sebagian besar siswa memakai ponsel, e-modul harus terbaca pada layar kecil dan video harus ringan.
Bila siswa belum lancar menjurnal transaksi umum, contoh kerja perlu dimulai dari langkah yang lebih dasar.
Bila siswa jarang belajar di rumah, produk harus dapat dipakai dalam jam pelajaran.
Bila laboratorium tersedia tetapi koneksi internet lemah, spreadsheet sebaiknya dapat dipakai tanpa internet.
Menjaga data siswa
Profil menggambarkan kelompok, bukan individu. Jangan mencantumkan nama siswa, nilai perorangan, atau keterangan pribadi pada design brief. Ketentuan perlindungan data dibahas di Bab 6.
Tahap analisis bertujuan menemukan penyebab kesenjangan antara hasil yang diharapkan dan hasil yang ada (Branch, 2009). Karena itu kesulitan belajar dirumuskan pada langkah akuntansi tertentu, bukan pada topik secara umum.
Terlalu umum: "siswa sulit memahami penyesuaian".
Spesifik: "siswa menjurnal seluruh sewa sebagai beban".
Rumusan yang spesifik menunjuk langsung ke langkah yang perlu dibantu. Rumusan yang umum tidak menunjuk apa pun.
Tiga sumber data
Data dapat berasal dari tiga sumber, yaitu wawancara guru, telaah lembar jawaban siswa, dan literatur. Cara kerja tiap sumber di bawah ini adalah prosedur penyusun.
Sumber 1: wawancara guru
Siapkan pertanyaan yang menggali langkah, bukan pendapat umum. Contohnya:
Pada topik ini, langkah mana yang paling sering salah dikerjakan siswa?
Seperti apa bentuk kesalahannya? Bisa berikan satu contoh jawaban siswa?
Menurut pengalaman Bapak atau Ibu, apa penyebab kesalahan itu?
Bahan atau cara apa yang pernah dicoba, dan bagaimana hasilnya?
Sumber 2: telaah lembar jawaban
Langkah kerjanya:
Minta izin guru untuk menelaah lembar jawaban latihan atau ulangan pada topik sasaran.
Hapus atau tutup nama siswa sebelum lembar jawaban dibawa keluar sekolah.
Kelompokkan kesalahan menurut langkah akuntansi tempat kesalahan itu terjadi.
Hitung jumlah dan persentase tiap jenis kesalahan.
Sumber 3: literatur
Cari artikel penelitian tentang kesulitan siswa pada topik yang sama. Catat penulis, tahun, judul, dan temuan utamanya secara lengkap, agar dapat dirujuk di design brief.
Dua sumber lebih meyakinkan
Dua sumber untuk satu kesulitan lebih meyakinkan daripada satu sumber. Bila guru menyebut suatu kesulitan dan lembar jawaban menunjukkan pola yang sama, kesulitan itu layak dijadikan dasar produk.
Contoh berjalan: telaah 30 lembar jawaban
Angka berikut rekaan untuk ilustrasi.
Tim menelaah 30 lembar jawaban soal penyesuaian sewa Laundry Bersih. Hasilnya:
12 siswa menjurnal seluruh sewa Rp12.000.000 sebagai beban (40 persen);
7 siswa salah menghitung jumlah bulan yang terpakai (sekitar 23 persen);
5 siswa menukar posisi debit dan kredit (sekitar 17 persen);
6 siswa menjawab benar (20 persen).
Jumlahnya 30 lembar, atau 100 persen. Guru pada wawancara juga menyebut kesalahan pertama sebagai yang paling sering terjadi. Karena didukung dua sumber, kesalahan itu menjadi kesulitan utama pada design brief.
GAMBAR 4.3 Sebaran kesalahan pada 30 lembar jawaban
Sebaran jawaban pada soal penyesuaian sewa (data rekaan, n = 30)
Diagram batang sebaran jawaban 30 siswa pada soal penyesuaian sewa. Uraian lengkap ada di atas diagram.
Setelah tujuan, profil, dan kesulitan diketahui, tim memilih media. Model ASSURE menuntun pemilihan itu sampai media dipakai dan dievaluasi.
Enam langkah ASSURE
Model ASSURE memuat enam langkah (Smaldino dkk., 2019). Apa yang dikerjakan tim pada setiap langkah adalah rancangan penyusun untuk proyek ini.
Analyze learners, yaitu menganalisis peserta didik. Tim mengisi profil pada Subbab 4.2.
State standards and objectives, yaitu menyatakan standar dan tujuan. Tim menulis tujuan pada Subbab 4.1.
Select strategies, technology, media, and materials, yaitu memilih strategi, teknologi, media, dan bahan. Tim memilih media dengan alasan berbasis data.
Utilize technology, media, and materials, yaitu memanfaatkannya. Tim merencanakan siapa yang memakai produk, kapan, berapa lama, dan dengan perangkat apa.
Require learner participation, yaitu menuntut partisipasi peserta didik. Tim merancang apa yang dikerjakan siswa saat memakai produk, bukan hanya apa yang ditonton.
Evaluate and revise, yaitu mengevaluasi dan merevisi. Tim mengumpulkan data dari pengguna dan memperbaiki produk, seperti dibahas di Bab 12.
GAMBAR 4.4 Enam langkah ASSURE dalam proyek
Diagram enam langkah ASSURE beserta hasil kerja tim pada setiap langkah. Uraian lengkap ada pada daftar di atas gambar.
Langkah ketiga menuntut alasan
Langkah ketiga menuntut alasan. Media dipilih karena menjawab kesulitan tertentu, bukan karena tim pandai membuatnya. Rantai keputusan berikut adalah alat bantu penyusun. Rantai ini memakai fungsi dan bentuk dari Bab 1.
Kesulitan, yang didukung data (Subbab 4.3).
Fungsi yang dibutuhkan, yaitu menyajikan, melatih, memberi umpan balik, atau menyediakan data autentik (Subbab 1.4).
Bentuk yang sesuai profil, misalnya interaktif digital bila siswa memakai ponsel (Subbab 1.3 dan 4.2).
Produk, yaitu salah satu dari empat produk mata kuliah.
GAMBAR 4.5 Rantai keputusan memilih media
Diagram empat mata rantai keputusan: kesulitan, fungsi, bentuk, dan produk. Uraian lengkap ada pada daftar di atas gambar.
Contoh berjalan: tiga kesulitan, tiga keputusan
Tiga kesulitan dari telaah lembar jawaban pada Subbab 4.3 diproses melalui rantai keputusan.
Siswa menjurnal seluruh sewa sebagai beban.
Fungsi: menyajikan peragaan langkah menghitung.
Bentuk: audio-visual.
Produk: video contoh kerja.
Siswa salah menghitung bulan yang terpakai.
Fungsi: melatih dan memberi umpan balik.
Bentuk: interaktif digital.
Produk: lembar kerja spreadsheet dengan pengecekan.
Siswa menukar posisi debit dan kredit.
Fungsi: menyajikan aturan yang selalu dapat dirujuk.
Bentuk: cetak.
Produk: infografik saldo normal akun.
ADDIE dan ASSURE tidak bersaing
Dalam mata kuliah ini ADDIE mengatur proyek satu semester, sedangkan ASSURE menuntun pemilihan dan pemanfaatan media. ADDIE menjawab urutan kerja tim. ASSURE menjawab apa yang terjadi ketika produk sampai di kelas.
Design brief adalah dokumen pengikat tim. Semua keputusan pada Minggu 6 s.d. 15 dapat dirujuk balik ke dokumen ini. Design brief (T-3) memuat enam bagian. Susunan ini adalah ketentuan mata kuliah.
Enam bagian dan ukuran mutunya
Ukuran mutu di bawah adalah rancangan penyusun. Ukuran itu tidak menggantikan Rubrik R-4.
Satu tujuan pembelajaran. Ditulis dengan tiga unsur dan lolos dua uji pada Subbab 4.1.
Profil peserta didik. Memuat empat unsur beserta sumber datanya.
Minimal tiga kesulitan belajar beserta sumber datanya. Setiap kesulitan dirumuskan pada langkah tertentu dan didukung minimal satu sumber, lebih baik dua.
Spesifikasi empat produk. Setiap produk memuat tujuan, isi, format, dan ukuran atau durasi, serta kesulitan yang dijawabnya.
Jadwal per minggu. Mengikuti tenggat tagihan mata kuliah.
Pembagian peran anggota tim. Setiap anggota memiliki tanggung jawab utama yang dapat ditelusuri pada log kontribusi di Bab 13.
Contoh berjalan: design brief ringkas Laundry Bersih
Contoh berikut rekaan untuk ilustrasi. Tim wajib mendasarkan rumusannya pada data sendiri.
Bagian 1. Tujuan
Siswa menyusun jurnal penyesuaian sewa dibayar di muka dan perlengkapan dari bukti transaksi usaha jasa laundry.
Bagian 2. Profil
Kelas XI, setelah mempelajari jurnal umum.
Sebagian besar lancar menjurnal transaksi tunai.
Sebagian besar memakai ponsel, laboratorium tersedia dua jam per minggu.
Jarang membuka bahan di rumah.
Sumber: wawancara guru dan angket singkat.
Bagian 3. Kesulitan
Menjurnal seluruh sewa sebagai beban. Sumber: lembar jawaban dan wawancara guru.
Salah menghitung bulan yang terpakai. Sumber: lembar jawaban.
Menukar posisi debit dan kredit. Sumber: lembar jawaban.
Bagian 4. Spesifikasi produk
Produk 1, modul dan e-modul: dua contoh kerja dan latihan tiga tingkat, sekitar 12 halaman.
Produk 2, infografik saldo normal akun: satu halaman, untuk kesulitan ketiga.
Produk 3, video contoh kerja penyesuaian sewa: 6 menit, untuk kesulitan pertama.
Produk 4, spreadsheet latihan penyesuaian: sepuluh soal dengan pengecekan otomatis, untuk kesulitan kedua.
Bagian 5. Jadwal
Minggu 5: design brief.
Minggu 6 dan 7: modul dan e-modul.
Minggu 9: infografik.
Minggu 10 dan 11: video.
Minggu 12 dan 13: spreadsheet.
Minggu 14: evaluasi produk.
Minggu 15: integrasi paket dan gelar karya.
Bagian 6. Peran
Contoh pembagian untuk tim empat orang:
penanggung jawab ketepatan isi akuntansi;
penanggung jawab desain visual dan aksesibilitas;
penanggung jawab produksi video;
penanggung jawab spreadsheet dan dokumentasi tim.
Semua anggota tetap terlibat pada setiap produk. Penanggung jawab memastikan bagiannya selesai tepat waktu. Sesuaikan pembagian dengan jumlah anggota tim.
Kesalahan yang sering terjadi
Kesulitan tanpa data. Kesulitan ditulis dari dugaan tim, bukan dari wawancara atau lembar jawaban.
Produk tanpa kesulitan. Ada produk yang tidak menjawab kesulitan mana pun, sehingga keberadaannya tidak beralasan.
Spesifikasi tanpa ukuran. Tertulis "video tentang penyesuaian" tanpa tujuan, isi, format, dan durasi.
Kaitan dengan tagihan
T-3 (design brief tim) dinilai dengan Rubrik R-4, bobot 6%. Design brief menjadi acuan empat produk pada Minggu 6 s.d. 13.
Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan. (2025). Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Branch, R. M. (2009). Instructional design: The ADDIE approach. Springer. https://doi.org/10.1007/978-0-387-09506-6
Dick, W., Carey, L., & Carey, J. O. (2022). The systematic design of instruction (9th ed.). Pearson.
Smaldino, S. E., Lowther, D. L., & Mims, C. (2019). Instructional technology and media for learning (12th ed.). Pearson.